Cegah DBD, Puskesmas Ngembal Kulon Kudus Tak Sarankan Pakai Fogging
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 18 November 2020 13:06:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Kepala Puskesmas Ngembal Kulon Kamal Agus Efendi, fogging tidak membuat jentik-jentik nyamuk mati. Fogging hanya membuat nyamuk pingsan. Sehingga penggunaan fogging menurutnya kurang efektif.
"Kami berusaha mengubah mindset masyarakat bahwa fogging itu sebenarnya hanya membuat nyamuk pingsan. Bukan membunuh. Sehingga tidak efektif," kata Kamal, Rabu (18/11/2020).
Dia menambahkan, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara mengubur, menutup, dan menguras tempat penampungan atau genangan air dirasa lebih efektif.
"Kegiatan PSN inilah yang kami gencarkan sehingga masyarakat tidak berpikir sedikit-sedikit fogging," ujar dia.
Lebih lanjut, Kamal tidak bisa melarang apabila ada desa di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon yang memang lebih memilih fogging. Namun, menurut dia harus dipahami zat apa yang dipakai.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



