Kades di Kudus Ini Buka Praktik Pijat Demi Menolong Warganya
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 19 November 2020 14:55:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dia mengakui cara ini dilakukan untuk membantu warganya yang sakit atau cedera. Praktik pijat yang dilakukan oleh pria kelahiran Kudus, 24 Januari 1982 itu sudah dilakukan jauh-jauhari sebelum dia menjabat sebagai kepala desa.
"Jadi tukang pijat tahun 2012 lalu. Berlangsung sampai sekarang. Kalau praktik pijatnya setiap hari mulai pukul 18.00 sampai pukul 21.00 WIB. Kadang sampai pukul 22.00 WIB," katanya, Kamis (19/11/2020).
Mas'ud beralasan dengan menjadi tukang pijat dia dapat membantu warga. Ia mempunyai kemampuan memijat ini setelah menjadi pelatih pencak silat.
"Sebenarnya pelatih cabang olahraga bela diri itu wajib punya keahlian untuk menangani atlet yang cedera. Saat itu saya belum bisa pijat cedera dan kebingungan. Akhirnya ambil lisensi masseure di 2012. Supaya bisa membantu atlet dan masyarakat," ujarnya.
Berawal dari mengambil lisensi itulah Mas'ud membuka praktik pijat hingga sekarang. Lebih lanjut dia menyampaikan bisa memijat cedera maupun memijat capek.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



