Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Per hari ini, stok golongan darah A sebanyak 77 kantong darah. Sedangkan untuk golongan darah B sebanyak 79 kantong. Lalu, untuk golongan darah AB sebanyak 14 kantong. Sementara untuk golongan darah O ada 43 kantong.

"Stok darah hari ini 213 kantong itu hitungannya minim. Apalagi saat ini memasuki musim hujan ada DBD sehingga banyak yang minta darah," kata Humas Unit Donor Darah PMI Kudus Praptiningsih kepada MURIANEWS, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut, Prapti menyampaikan permintaan darah per harinya mencapai 60 kantong. Sedangkan donor yang didapat hanya sebanyak 60 sampai 70 kantong per hari.

"Dapat donor (langsung) habis. Soalnya yang minta itu lebih banyak daripada yang donor," ujarnya.

Padahal, menurut Prapti sebelum adanya pandemi stok darah yang masuk mencapai 1.500 kantong per bulan. Sedangkan di masa pandemi ini stok darah turun mencapai 50 persen dengan jumlah stok paling banyak 800 kantong per bulan.

Lebih lanjut, permintaan dari berbagai rumah sakit juga banyak. Mulai dari Rumah Sakit Mardirahayu, RSUD Loekmono Hadi, dan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus.

Menurut dia, minimnya stok darah lantaran beberapa faktor. Mulai dari masyarakat yang masih takut melakukan donor darah.

Ditanya soal langkah PMI Kudus, pihaknya masih terus melakukan kegiatan jemput bola setiap Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus."Setiap Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu sore kami ada di alun-alun. Sedangkan hari Minggu kami di alun-alunnya pagi hari," sambungnya.Prapti berharap dengan adanya langkah jemput bola dari pihak PMI Kudus dapat menaikkan stok darah.Sementara itu, salah seorang pendonor, Jamaah asal Desa Pedawang, Kudus mengaku sudah melakukan donor keempat kalinya."Pada 2018 lalu sudah pernah donor darah. Itu yang ketiga kalinya. Terus setelah itu sempat nyoba beberapa kali sekitar enam kali tapi ditolak karena tensinya rendah. Terus hari ini untuk yang keempat kalinya alhamdulillah bisa donor," terangnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler