Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan saat sosialisasi kepada PKL Samparan Poncorejo di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (27/11/2020).

Hadir pada forum tersebut Humas IDI Kudus Dony Wicaksana, Praktisi Kesehatan dr Wahyu Wijanarko, Ketua PKL Samparan Poncorejo Yuliatno Setyawan, dan anggota PKL Samparan Poncorejo.

Selama berjalannya acara, sosialisasi pencegahan corona dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Humas IDI Kudus Dony Wicaksana menyampaikan agar pedagang dapat menjalankan kebiasaan baru selama bekerja. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan 3M.

Menurutnya, pedagang tetap dapat beraktivitas normal dengan membiasakan kebiasaan baru. Yakni dengan cara memakai masker dan face shield.

"Untuk tetap dapat melakukan aktivitas, pedagang selama bekerja bisa memakai masker dan face shield. Karena dengan memakai masker dan face shield itu bisa mencegah droplet saat sedang berhadapan," katanya.

Lebih lanjut, Dony menyampaikan ketika sudah memakai masker harus dipakai dengan benar. "Memakai masker yang benar itu harus menutupi hidung sampai dagu," sambungnya.

Dia menambahkan, pedagang memang berpotensi dapat tertular virus corona. Sebab, mereka memiliki mobilisasi yang tinggi karena hampir setiap hari bertemu orang yang berbeda-beda.

"Pedagang mobilisasinya tinggi karena hampir setiap hari bertemu orang yang berbeda-beda yang tidak diketahui apakah orang tersebut terpapar virus corona atau tidak," ujar dia.
"Pedagang mobilisasinya tinggi karena hampir setiap hari bertemu orang yang berbeda-beda yang tidak diketahui apakah orang tersebut terpapar virus corona atau tidak," ujar dia.Dony berharap pedagang bisa mengaplikasikan 3M. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan."Gerobak kalau misalnya mau disemprot juga tidak apa-apa. Tetapi dengan mencuci tangan pakai sabun sebenarnya virus sudah mati. Dan tentunya diperhatikan juga Kebersihan peralatan yang digunakan berjualan," imbuhnya.Hal senada disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Wahyu Wijanarko. Menurutnya PKL adalah kalangan yang rentan tertular Covid-19."PKL adalah kalangan yang rentan tertular Covid-19 dan menularkan Covid-19. Dengan diadakannya kegiatan edukasi dari IDI Kudus yang rencananya berkelanjutan, diharapkan pedagang mempunyai pemahaman tentang pencegahan Covid-19 yang benar selama bekerja," jelasnya.Sementara itu, Ketua PKL Samparan Poncorejo, Yuliatno Setyawan mengatakan kegiatan sosialisasi pencegahan corona ini supaya PKL bisa tahu pencegahan Covid-19."Harapan kami teman-teman PKL bisa tahu bagaimana cara yang benar untuk mencegah corona ini," harapnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler