Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lokasinya di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Berawal dari loper koran, Arif bersama istrinya kini menyewa toko untuk berjualan gamis. Bahkan, penjualan gamisnya dikirim ke Batam, Ternate hingga Papua.

Ditemui MURIANEWS di tokonya, Senin (30/11/2020), Arif menceritakan kisah inspiratifnya. Sebelum berjualan gamis, Arif sebelumnya berprofesi sebagai loper koran sejak 2011 sampai 2020. Dia biasa berjualan di Jalan Ahmad Yani.

"Sebenarnya saat saya masih menjadi loper koran, istri saya sudah berjualan dropship sejak 2013. Terus 2015 kenal. Kami menikah di 2018 dan saat itu istri masih dropship tapi sudah nyetok sedikit-sedikit,” katanya.

Dengan modal Rp 30 ribu, ia dan istrinya mulai menambah stok untuk dijual lagi. Setelah tak lagi berjualan koran, Arif ingin berkomitmen untuk membantu istri.

"Pada 2020 ini baru enam bulanan punya toko ini. Ini juga masih ngontrak. Berjalannya waktu kami punya tujuh karyawan," ujarnya.

Toko gamis miliknya diberi nama Grosir Gamis Termurah dengan merek El-Mahmudah. Nama Mahmudah diambil dari nama belakang istri Arif.

"Awalnya bingung mau pakai brand apa. Akhirnya kami pilih El- Mahmudah," terangnya.

Menurut Arif, usaha gamis dipilih lantaran paling laku. Sebab, sang istri sebelumnya juga sudah berjualan kosmetik, hijab, dan aksesoris. Namun, gamis lah yang paling diminati oleh pembeli.
Menurut Arif, usaha gamis dipilih lantaran paling laku. Sebab, sang istri sebelumnya juga sudah berjualan kosmetik, hijab, dan aksesoris. Namun, gamis lah yang paling diminati oleh pembeli.Saat ini penjualan gamis pasangan difabel itu dijual secara online maupun offline. Namun, menurut pria kelahiran Kudus, 23 Maret 1986 itu sebanyak 90 persen peminatnya berasal dari penjualan secara online.Konsumen yang membeli berasal dari berbagai daerah. Mulai Kudus, hingga luar Jawa seperti Batam, Ternate, hingga Papua.Soal harga gamis, untuk harga termurah Arif dan istri menjual Rp 27 ribu per pcs. Sedangkan paling mahal seharga Rp 80 ribu.Dalam sehari, Arif dan istrinya mampu menjual beberapa paket. Bahkan sampai 30 paket sehari. Pesanan tiap-tiap paket itu beragam. Ada yang satu paket berisi 3 kilogram, ada juga yang satu paketnya sampai 12 kilogram.Pembelian via offline juga dilayani oleh kedua pasangan tersebut. Yakni setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. "Mulai besok Selasa kan sudah ada karyawan yang shift malam itu kami buka sampai pukul 21.00," ujar Arif. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler