Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Terobosan itu dilakukan agar pedagang dan pembeli tidak bertemu langsung selama pandemi, guna mencegah penyebaran virus corona.

Ditemui MURIANEWS di kediamannya yang berada di RT III, RW II, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Imron Amirullah membeberkan website jual beli yang digagasnya bersama Muhammad Iqbal Faza sejak Juli 2020 silam itu.

Imron-sapaan akrabnya bertugas sebagai digital marketing. Tugasnya mempromosikan website lewat kanal Instagram dan Facebook.

Sedangkan rekannya Muhammad Iqbal Faza memiliki job desk sebagai operasional yang bertugas mengecek stok pangan di pasar. Sekaligus yang membersihkan barang dagangan dan mem-packing sebelum diantar ke konsumen.

"Saat ini kan masih pandemi. Supaya pedagang dan pembeli tidak bertemu langsung. Sehingga tidak perlu ke pasar," katanya, Kamis (03/12/2020).

Lebih lanjut, selain untuk mencegah penyebaran virus corona, dia ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Kudus. Sebab, masyarakat hanya perlu mengakses website Pasarkudus.com.

Beragam kebutuhan dapur tersedia di lapak online ini. Mulai dari sayur, bumbu dapur, buah, daging, ikan, dan frozen food.

"Jangkauan kami ke seluruh Kudus di sembilan kecamatan. Minimal order Rp 50 ribu. Cara bayarnya bisa langsung transfer atau bayar di tempat saat barang sudah diantar," sambungnya.
"Jangkauan kami ke seluruh Kudus di sembilan kecamatan. Minimal order Rp 50 ribu. Cara bayarnya bisa langsung transfer atau bayar di tempat saat barang sudah diantar," sambungnya.Lebih lanjut, untuk tiap-tiap harga yang dijual relatif lebih tinggi sebesar 20 persen. Hal itu lantaran untuk biaya operasional website dan untuk biaya kurir yang mengantar pesanan ke konsumen.Dia menambahkan, untuk pengiriman pesanan dilakukan H+1. "Misal hari ini order, barangnya baru kami antar besok. Karena kami beli barangnya pagi. Soalnya sayuran kalau sudah siang layu. Untuk ordernya maksimal sampai jam delapan malam," ujar dia.Sejauh ini, peminat yang datang berasal dari Kudus. Daerah dengan pemesan paling banyak berasal dari Kecamatan Kota, Kecamatan Jekulo, dan Kecamatan Mejobo."Yang beli kebanyakan dari orang-orang perumahan. Kebanyakan dari mereka sibuk sehingga lebih memilih belanja online walaupun harganya lebih mahal. Dari kami sendiri memang menyasar kalangan middle up," terangnya.Imron berharap dengan adanya Pasarkudus.com bisa mencegah penyebaran virus corona dan memudahkan masyarakat dalam berbelanja. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler