Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Tepatnya April lalu jalan-jalan sama suami. Saya lihat banyak petani labu yang terdampak pandemi. Saya terus mikir apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat di sekitar sini. Akhirnya pilih labu," ujar dia.

Lebih lanjut, awalnya dalam memproduksi berbagai olahan untuk produk yang diberi nama Elbina, dia menggunakan tepung yang bukan berbahan dasar labu.

Namun, rasa simpati membuatnya beralih menggunakan tepung berbahan dasar labu untuk olahan brownies dan tiwul yang diproduksinya.

"Untuk tepung awalnya saya masih ambil dari luar Kudus. Terus saya mikir kenapa kok enggak buat sendiri saja. Akhirnya saya pakai labu," ujarnya.

Menurutnya, dengan membuat tepung berbahan dasar labu, dia bisa membantu perekonomian petani.

"Dari 1,5 Kilogram labu segar itu hanya bisa menjadi 110 gram tepung. Jadi semakin banyak saya membutuhkan tepung, semakin banyak saya mengambil labu dari petani. Dan semakin banyak saya ambil labu dari petani bisa membantu petani di saat pandemi seperti ini," terangnya.

Selain digunakan untuk membuat brownies dan tiwul, Nurhayati juga menjual tepung labu tersebut. Untuk kemasan harga 1/2 kilogram dijual seharga Rp 35 ribu. Sedangkan untuk kemasan 1 kilogram dijual dengan harga Rp 60 ribu.
Selain digunakan untuk membuat brownies dan tiwul, Nurhayati juga menjual tepung labu tersebut. Untuk kemasan harga 1/2 kilogram dijual seharga Rp 35 ribu. Sedangkan untuk kemasan 1 kilogram dijual dengan harga Rp 60 ribu.Lebih lanjut, menurut dia tepung labu produksinya hanya bisa digunakan untuk membuat kue. "Tepung labu hanya untuk membuat kue. Kalau dipakai untuk selain membuat kue tidak bisa," imbuhnya.Nurhayati berharap semakin banyak tepung labu yang dipasarkan sehingga dapat lebih banyak membeli labu dari petani.Sementara itu, pendamping UKM Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus Siti Makhmudah mengapresiasi apa yang dilakukan Nurhayati."Tentunya sangat baik dan harapan saya produk labu bisa terus dikembangkan sehingga bisa mengangkat UKM di Kudus," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler