Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kencing tikus mengandung bakteri leptospirosis yang jika masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, maka rawan menimbulkan penyakit.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang terkena bakteri Leptospirosis ini. Mulai dari beraktivitas saat terjadi banjir, bertempat tinggal di daerah yang rawan banjir, terdapat luka pada kulit yang menyebabkan virus mudah masuk ke tubuh, dan populasi tikus yang tinggi.

Pengelola Program DKK Kudus Ruwisno mengatakan, penyakit kencing tikus memang muncul saat musim banjir. "Biasanya saat musim banjir banyak tikus yang masuk ke rumah-rumah," katanya, Jumat (04/12/2020).

Ruwisno menambahkan, ada beberapa gejala apabila seseorang terjangkit penyakit kencing tikus. Mulai dari demam, nyeri kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri perut.

Salah satu ciri seseorang terjangkit bakteri leptospirosis yang diakibatkan kencing tikus yakni conjunctival suffusion (dilatasi pembuluh konjungtiva tanpa eksudat purulen). Yakni mata terlihat memerah.
Salah satu ciri seseorang terjangkit bakteri leptospirosis yang diakibatkan kencing tikus yakni conjunctival suffusion (dilatasi pembuluh konjungtiva tanpa eksudat purulen). Yakni mata terlihat memerah."Untuk mencegah ya menghindari tikus. Selain itu diperhatikan juga di daerah tubuh jangan sampai ada luka. Karena kalau ada luka bisa menjadi tempat masuknya virus," imbuhnya.Lebih lanjut, menurut dia pada 2019 tahun lalu di Kudus terjadi dua kasus penderita akibat kencing tikus ini. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler