Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus beserta relawan masih berupaya membersihkan bekas longsoran dari tebing setinggi empat meter. Akses jalan dibuka tutup lantaran lebar jalan terbilang sempit.

Menurut Kepala Dusun (Kadus) I, Dukuh Krajan Sugiarto, daerah tersebut memang sering terjadi longsor setiap musim penghujan tiba.

"Setiap musim hujan pasti ada longsor. Kalau yang dilokasi ini yang pertama di bulan November ini," katanya saat ditemui MURIANEWS, Minggu (06/12/2020).

Dia menambahkan, akses jalan Rahtawu-Semliro tertutup selama dua jam. "Pembersihan sekitar dua jam. Bisa dilihat ini masih dibersihkan beberapa bekas longsorannya," sambungnya.

Ditanya soal kemiringan tebing, dia menyebut cukup vertikal tingkat kemiringannya. "Kemiringannya hampir 80 derajat. Dan tingginya empat meteran," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo menyampaikan penyebab tebing yang longsor lantaran intensitas hujan yang tinggi."Curah hujan dengan Intensitas tinggi sejak pagi hingga siang hari membuat tebing tergerus air hujan," katanya.Beruntung, tambahnya, untuk korban jiwa maupun kerugian material tidak ada. "Untuk saat ini masih berpotensi terjadi longsor susulan. Untuk korban jiwa dan kerugian material nihil," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler