Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dua pohon yang tumbang berukuran 15 meter dengan lingkar batang 70 sentimeter.  Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama relawan masih tampak sibuk memotong batang pohon yang bertumbangan menggunakan gergaji mesin.

Lima dari enam warung mengalami kerusakan lantaran tertimpa pohon. Staf Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Agus Hartono saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa robohnya pohon itu terjadi sekitar pukul 23.00 malam tadi.

"Kejadian kemarin malam jam sebelas. Tapi kami tidak bisa langsung melakukan penanganan karena kan kondisi sudah malam hari. Pagi nya bersama Satgas Bencana Desa Japan, beserta relawan mulai membersihkan pohon-pohon yang tumbang," katanya.

Ditanya soal penyebab robohnya pohon setinggi 15 meter itu, Agus menyampaikan lantaran faktor cuaca.

"Penyebabnya karena cuaca dan angin yang ekstrem dan pohon yang memang usianya sudah tua. Selain itu ukuran pohonnya juga tinggi. Totalnya ada dua pohon yang tumbang terus kami potong kecil-kecil supaya bisa dievakuasi. Kami juga memotongnya berhati-hati supaya tidak ada kerugian berlebih lagi," sambungnya.

Dia menambahkan kerugian ditaksir sampai Rp 50 juta dan tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Agus juga menghimbau agar masyarakat sekitar berhati-hati dan tetap waspada."Untuk masyarakat kami mengimbau agar tetap berhati-hati karena masih banyak pohon berukuran tinggi yang berpotensi tumbang," imbuhnya.Sementara Kepala Desa Japan Sigit Triharso mengatakan, wilayah tersebut memang sering terjadi pohon tumbang. "Sudah sering terjadi dan ini yang kedua kalinya. Ya karena memang anginnya besar," terangnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler