Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyebanya, karena harus menunggu pihak ketiga yang melakukan pengaspalan. Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, di sepanjang jalan itu terdapat sejumlah lubang.

Kondisi lubang tersebut juga terisi air akibat hujan yang turun sejak beberapa hari terakhir. Kerikil dan pasir tampak berserakan di sekitar lubang.

Di depan SPBU Matahari juga terdapat jalan yang bergelombang. Hal serupa juga terdapat di depan Kelenteng Hok Hien Bio, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Tepat di traffic light, jalan terlihat bergelombang dan kerikil mulai berserakan.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Harry Wibowo mengatakan, pengerjaan pengaspalan jalan seharusnya dilakukan pekan ini.

"Benar seharusnya memang dilakukan pekan ini. Tapi kami masih menunggu pihak pengaspal dari Pertiwi yang nantinya akan mengaspal menggunakan ACWC. Semacam aspal tapi yang kualitasnya bagus," katanya, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, pihaknya tidak bisa mengaspal menggunakan ACWC. Sehingga memasrahkannya kepada pihak ketiga.

"Kalau kami sebenarnya bisa mengaspal dengan dimasak sendiri. Tapi tidak pakai ACWC. Melainkan menggunakan aspal biasa. Kualitasnya tidak bagus. Dulu awal tahun sudah pernah kami coba di jalan yang sama. Tapi rusak lagi. Saat ini kami ya menunggu pihak Pertiwi," ujar dia.Lebih lanjut, Harry mengatakan penyebab jalan yang berlubang lantaran over tonase dari truk yang melewati jalan tersebut."Penyebabnya karena dilewati truk over tonase. Selain itu saat ini karena adanya curah hujan yang tinggi," ujar Harry.Nantinya, pengaspalan dilakukan mulai dari depan Kelenteng Hok Hien Bio, menuju ke arah selatan sampai di  traffic light DPRD Kudus atau di sekitar patung Jenderal Ahmad Yani.  Pengaspalan itu dilakukan menggunakan anggaran APBD 2020 sebesar Rp 90 juta. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler