Penyakit Gatal-Gatal Mulai Serang Korban Banjir di Jati Wetan Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 15 Desember 2020 11:32:37
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tiga dukuh itu yakni Tanggulangin, Dukuh Gendok, dan Dukuh Barisan. Ini diketahui dari pengobatan gratis yang digelar Puskesmas Jati di Dukuh Tanggulangin, Selasa (15/12/2020).
"Kebanyakan warga mengalami gatal-gatal dan hipertensi. Karena memang terkena air banjir yang sudah sepekan ini. Kondisi air banjir kan kotor. Jadi menyebabkan gatal-gatal," kata Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad.
Sementara itu, untuk penyebab hipertensi menurut dia lantaran riwayat penyakit bawaan. "Kalau yang hipertensi kebanyakan yang sudah sepuh-sepuh dan memang punya riwayat penyakit," sambungnya.
Lebih lanjut, menurut Ahmad kegiatan pengobatan secara gratis itu dilakukan supaya warga di tiga dukuh di Desa Jati Wetan sebagai bentuk pelayanan terhadap warga terdampak banjir.
Baca: 64 Rumah di Tiga Dukuh Desa Jati Wetan Kudus Terendam Banjir
Ahmad menambahkan, rencananya kegiatan pengobatan gratis itu bakal berlangsung secara kontinyu di daerah rawan bencana.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



