Pandemi Covid-19 Saat Natal, Pembuat Cokelat di Kudus Bersedih
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 24 Desember 2020 14:02:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Permintaan cokelat menjelang Natal tahun ini mayoritas hanya berasal dari Kota Kretek saja. Padahal tahun-tahun sebelumnya, ia bisa menjual ke kota-kota besar lain.
Ditemui di kediamannya yang berada di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Laila-sapaan akrabnya itu menyampaikan permintaan cokelat Natal tahun ini agak sepi.
"Saat pandemi agak sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan menurun sampai 50 persen dan untuk pengiriman ke luar kota hanya beberapa saja. Kebanyakan dari sini saja area Kudus," jelasnya kepada MURIANEWS, Kamis (24/12/2020).
Menurutnya, sebelum adanya pandemi pesanan cokelat buatannya mendapatkan order sampai luar kota. Seperti Pekalongan, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta.
"Sekarang kebanyakan suplai ke toko-toko di Kudus. Walaupun kemarin ada juga yang pesan dari NTT. Mungkin karena pandemi, orang jadi khawatir belanja online," sambungnya.
Kendati pesanan tidak begitu ramai dari tahun sebelumnya, dia tetap membuat cokelat dari beberapa pesanan yang ada. Mulai dari cokelat toples, lolipop cokelat, dan cokelat berbentuk huruf ucapan Natal.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



