Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satunya bisa memprediksi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi seorang presiden. Kisah ini disampaikan Habib Muhammad Alwi Ba'aqil, di sela-sela proses pemakaman Habib Ja’far Alkaff di Makam Ploso.

Habib Ba'aqil yang saat itu datang sebagai wakil keluarga almarhum mengatakan, Habib Ja'far memiliki kelebihan tersendiri.

"Sejak masih kecil itu sudah mulai terlihat (keistimewaan Habib Ja’far). Tapi di mata orang itu melihat Habib Ja'far seorang yang mungkin aneh dan keterbelakangan. Padahal bisa dibilang memang punya ilmu seperti itu. Bahkan saya katakan ilmunya di atas wali," katanya, Sabtu (2/01/2020).

Dia menyebut, pernah suatu ketika saat mengantar Habib Ja'far ke tempat Gus Dur, Habib Ja'far menyampaikan bahwa Gus Dur akan jadi presiden.

[caption id="attachment_203748" align="aligncenter" width="1280"] Habib Muhammad Alwi Ba'aqil menceritakan kisah Habib Ja’far Alkaff. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Padahal saat itu, belum ada tanda-tanda apapun jika Gus Dur akan dipilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Saya ngantar dan menemani sendiri waktu ke rumah Gus Dur. Habib Ja'far bilang Gus Dur akan jadi presiden. Saya saat itu setengah percaya dan tidak. Tapi ternyata terjadi beneran. Itu salah satu cerita. Sebenarnya ada banyak," terangnya.

Baca: Cerita Ganjar Dilarang Makan Anggur dan Diberi Sayap oleh Habib Ja’far Alkaff

Lebih lanjut, Habib Ba'aqil juga menyampaikan usai pemakaman selesai, di rumah duka tidak ada kegiatan tahlilan bagi masyarakat umum. Hal itu untuk mencegah terjadinya kerumunan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir."Silahkan bubar. Besok-besok bisa datang lagi. Dan saya beritahukan juga bahwa malam nanti tidak ada tahlilan bagi masyarakat umum. Tahlilan hanya dari pihak keluarga. Silahkan mendoakan di rumah masing-masing," terangnya melalui mikrofon.Baca: Cerita Pengurus Ansor Kudus yang Tiba-Tiba Didatangi Habib Ja’far Alkaff saat Salat MalamHal senada diungkapkan Plt Bupati Kudus HM Hartopo yang saat itu datang ke pemakaman. Ia juga turut mengimbau agar masyarakat mendoakan dari rumah.Hartopo mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Terkait ditiadakannya tahlilan di rumah duka bagi masyarakat umum."Untuk tahlilan tidak ada. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Untuk masyarakat bisa mendoakan dari rumah. Supaya tidak timbul kerumunan karena masih situasi pandemi," tandasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler