Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Puskesmas Jati melakukan fogging sebagai tindak lanjut warga Desa Pasuruhan Lor yang terkena demam berdarah dengue (DBD). Per hari ini ada tujuh kasus DBD di Desa Pasuruhan Lor.

Pengasapan itu dilakukan di Desa Pasuruhan Lor, RT II, RW V. Salah satu rumah warga yang diberi pengasapan yakni rumah milik Darwati. Warga RT II, RW V itu mengaku senang dengan adanya fogging.

"Tentunya saya terima kasih sudah di-fogging. Apalagi di samping rumah saya ini kan banyak sampah juga," katanya, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri mengatakan ada warganya yang terkena demam berdarah. Namun, dia tidak mengetahui jumlah warga yang terkena DBD.

Dia berharap dengan adanya fogging dapat mencegah terjadinya demam berdarah.

"Harapannya bisa mencegah demam berdarah. Kami juga sudah sosialisasi juga kepada pihak RT RW agar dilaksanakan kebersihan di lingkungan masing-masing," terangnya.Sementara itu, Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad mengatakan ada beberapa kriteria wilayah yang harus dilakukan fogging. Mulai dari adanya laporan penderita demam berdarah dan ditemukan penderita yang demam."Bila tidak ditemukan penderita, tetapi ditemukan jentik maka dilakukan penggerakan masyarakat dengan cara PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan penyuluhan," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler