Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Jalur pantura Kudus-Semarang pada Minggu (7/2/2021) tersendat. Hal ini disebabkan area Tanggulangin atau tepatnya di area Gerbang Kudus Kota Kretek (K3) tergenang banjir.

Sejumlah kendaraan roda dua yang mencoba menerobos banjir pun mogok.

Pantauan MURIANEWS di lapangan, kemacetan akibat banjir cukup panjang. Tak jarang pengguna sepeda motor harus turun untuk mendorong kendaraannya.

Salah seorang pengguna jalan yang mengalami mogok yakni Hasim. Dia merupakan warga Desa Gribig, Kudus. Dia mendorong kendaraan roda duanya dari arah timur sekitaran Terminal Induk Jati.

"Saya dari Desa Tanjungkarang mau pulang ke Desa Gribig. Tapi ini motornya mogok. Jadi saya dorong," katanya, Minggu (7/2/2021).

Sementara itu, sopir truk yang terjebak kemacetan, Sodikin mengaku sudah berhenti selama 30 menit akibat terjebak macet. "Ini dari Pati mau ke Demak. Airnya tinggi ini. Jadinya harus nunggu giliran untuk jalan," terangnya.Sementara itu Anggota Satlantas Polres Kudus, Aiptu Agus Siswanto saat ditemui di lokasi mengatakan arus lintas mengalami ketersendatan. Penyebabnya ketinggian air yang mencapai 40 sentimeter."Ini yang di depan Al-Muayyad sampai 40 sentimeter. Untuk dari Pati ke Semarang tetap kami buat satu arah. Yang penting masih bisa jalan. Kalau yang dari Semarang ke Kudus masih aman bisa dilewati," ujarnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler