Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sejumlah warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, yang masih bertahan tak mengungsi, di tengah banjir membutuhkan bantuan makanan dan sembako. Mereka kesulitan mendapatkan bahan baku makanan, lantaran jalanan tergenang air cukup tinggi.

Bantuan makanan dari dapur umum, disebut tidak bisa mencukupi kebutuhan. Lantaran, kadang kala dalam sehari hanya mendapatkan satu kali saja.

Sukainan, warga Dukuh Tanggulangin, RT IV, RW III, menjadi salah satu warga yang belum mau mengungsi. Ia memilih untuk tetap tinggal di rumah anaknya yang sudah ditinggikan. Lokasinya berdekatan dengan rumahnya yang sekarang sudah terendam banjir.

"Daleme kula mpun kerendem. Kula pindah mriki, daleme putro. (rumah saya sudah terendam. Saya pindah di sini, rumahnya anak)," katanya, Selasa (9/2/2021).

Sukainah dan tiga anggota keluarganya mengaku terkadang hanya mendapatkan satu kali kiriman makanan dalam sehari. Menu yang diberikan berupa nasi, mi, dan sambal.

"Nggih pikantuk bantuan saking balai desa. Tapi sedinten namung setunggal. (Ya dapat bantuan tetapi sehari hanya sekali saja)," terangnya.

[caption id="attachment_206648" align="alignleft" width="880"] Warga Dukuh Tanggulangin Kudus, tetap bertahan di rumah meski banjir masih tinggi. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Dia berharap ingin ada bantuan. Menurutnya bantuan yang paling dibutuhkan keluarga yakni bantuan makanan.
Dia berharap ingin ada bantuan. Menurutnya bantuan yang paling dibutuhkan keluarga yakni bantuan makanan."Paling butuh nggih daharan. Kula mboten ngungsi. Mpun ting mriki mawon (Paling butuh ya makanan. Saya tidak mengungsi. Di sini saja)," imbuhnya.Hal senada disampaikan Fauzul, warga Dukuh Tanggulangin RT III, RW III. Menurutnya keluarganya membutuhkan bantuan sembako. Selain itu dia membutuhkan pampers bagi anak-anaknya."Paling butuh ya sembako. Karena mau ke luar tidak bisa karena banjir. Beberapa hari lalu ada bantuan nasi bungkus dari komunitas," ujarnya.Terpisah, Perangkat Desa Jati Wetan Moh Sugianto mengatakan kebutuhan suplai bantuan makanan bagi warga yang masih bertahan di rumah memang belum bisa kontinyu. Sebab pihaknya juga terkendala keterbatasan personel untuk membagikan nasi."Kalau di balai desa (pengungsian) bisa makan sehari tiga kali. Tapi untuk pendistribusian ke rumah-rumah warga kami kewalahan. Saya memaklumi warga memilih tetap tinggal di rumah karena harus menjaga harta bendanya," terangnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler