BPBD Kudus Suplai Kebutuhan Air Bersih untuk Korban Banjir Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 10 Februari 2021 16:30:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menempatkan tandon air bersih di dua titik lokasi banjir. Tandon ini akan disuplai air bersih secara berkala, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir.
Saat ini dua tandon air itu diletakkan di Dukuh Tanggulangin dan di Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Masing-masing tandon air itu berisi dua ribu liter.
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo, dua tandon air bersih itu masih cukup untuk digunakan warga.
"Sementara ini masih cukup karena saat ini warga sudah ada yang mengungsi. Tapi ketika nantinya butuh tambahan tandon air, akan kami siapkan," katanya, Rabu (10/2/2021).
Menurut dia, saat ini BPBD Kudus memiliki enam tandon air bersih. Sudah digunakan dua tandon. Sehingga masih tersisa empat tandon lagi.
Jumlah itu dirasa masih cukup untuk mengcover kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir. Terlebih, di Pondok Pesantren Al-Muayyad yang berlokasi di sekitar Dukuh Tanggulangin masih memiliki ketersediaan air bersih.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Relawan BPBD Kudus melakukan droping air bersih di Dukuh Tanggulangin, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menempatkan tandon air bersih di dua titik lokasi banjir. Tandon ini akan disuplai air bersih secara berkala, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir.
Saat ini dua tandon air itu diletakkan di Dukuh Tanggulangin dan di Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Masing-masing tandon air itu berisi dua ribu liter.
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo, dua tandon air bersih itu masih cukup untuk digunakan warga.
"Sementara ini masih cukup karena saat ini warga sudah ada yang mengungsi. Tapi ketika nantinya butuh tambahan tandon air, akan kami siapkan," katanya, Rabu (10/2/2021).
Menurut dia, saat ini BPBD Kudus memiliki enam tandon air bersih. Sudah digunakan dua tandon. Sehingga masih tersisa empat tandon lagi.
Jumlah itu dirasa masih cukup untuk mengcover kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir. Terlebih, di Pondok Pesantren Al-Muayyad yang berlokasi di sekitar Dukuh Tanggulangin masih memiliki ketersediaan air bersih.
Pihaknya mengimbau agar warga menggunakan air bersih untuk masak dan minum. Dia tidak menyarankan untuk digunakan mandi. Hal ini terkait keterbatasan air bersih yang hanya dua ribu liter per tandonnya.
Soal droping air bersih, setiap harinya BPBD Kudus terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jati Wetan. Ketika air bersih dalam tandon habis, akan segera diisi oleh pihak BPBD Kudus.
"Ketika habis nanti akan kami isi kembali. Kami berharap ada koordinasi terus mengingat kami juga keterbatasan personel. Sehingga tidak bisa memantau tandon air setiap harinya," imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha