Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus saat ini memiliki alat cek titer antibodi SARS-CoV-2. Alat tersebut berfungsi mengecek titer kekebalan tubuh seseorang.

Alat tersebut bisa dimanfaatkan oleh pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 dan berkeinginan mendonorkan plasma konvalesen agar dicek terlebih dahulu titer antibodinya. Tujuannya untuk mengetahui apakah titer antibodinya memenuhi untuk melakukan donor plasma konvalesen.

Selain itu bisa juga diperuntukkan bagi orang yang sudah divaksin dan ingin tahu sudah memiliki antibodi atau belum.

Dari alat itu, ada tiga hasil yang nantinya muncul setelah diaplikasikan. Yakni tidak memiliki antibodi, memiliki antibodi, tetapi belum kuat, dan memiliki antibodi yang kuat.

Direktur RSI Sunan Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, alat cek titer antibodi SARS-CoV-2 sudah tersedia beberapa hari lalu. Jumlahnya saat ini baru ada satu unit.

"Setahu saya di Kudus baru RSI Sunan Kudus yang punya. Alat ini bisa digunakan oleh masyarakat yang merupakan penyintas Covid-19 dan ingin cek titer antibodi sebelum donor plasma konvalesen. Bisa juga dimanfaatkan masyarakat yang sudah divaksin kalau ingin tahu sudah muncul antibodi belum," katanya, Rabu (17/2/2021).
"Setahu saya di Kudus baru RSI Sunan Kudus yang punya. Alat ini bisa digunakan oleh masyarakat yang merupakan penyintas Covid-19 dan ingin cek titer antibodi sebelum donor plasma konvalesen. Bisa juga dimanfaatkan masyarakat yang sudah divaksin kalau ingin tahu sudah muncul antibodi belum," katanya, Rabu (17/2/2021).Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus ini menyebut, tujuan penyediaan alat tersebut untuk memfasilitasi masyarakat Kudus.Sebab, saat ini masyarakat di Kudus yang berkeinginan melakukan donor plasma konvalesen harus ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Semarang."Kalau tersedia alatnya di sini kan lebih praktis. Masyarakat yang mau donor plasma konvalesen bisa cek dulu titernya memenuhi tidak. Kan kasihan kalau sudah jauh-jauh ke Semarang ternyata titernya tidak memenuhi untuk donor plasma konvalesen. Sehingga tidak bisa donor plasma konvalesen," terangnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler