Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus mulai mendata penyintas Covid-19. Upaya itu dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pendonor plasma konvalesen.

Saat ini PMI Kudus belum bisa melakukan donor plasma konvalesen. Namun, PMI Kudus berupaya untuk melakukan pendataan.

Hal ini untuk menjembatani masyarakat agar mudah mencari seorang penyintas Covid-19 guna mendapatkan plasma konvalesen.

"Karena saat ini kami belum bisa melakukan donor plasma konvalesen, untuk sementara kami pasif dulu sebatas melakukan pendataan," kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus dokter Arief Adi Saputro, Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut, dia ingin memberikan kemudahan bagi warga yang mencari seorang penyintas. Sejak dilakukan pendataan tiga pekan yang lalu, per hari ini sudah ada sepuluh orang yang terdata di PMI Kudus.

"Pendataan kami buka terus. Kami ingin menyediakan plasmanya. Tapi kami kan belum bisa. Jadi sebatas pendataan dulu. Ketika nanti ada warga yang mencari penyintas Covid-19, kami hubungkan ke penyintas itu," ujarnya.

Menurutnya ada beberapa persyaratan ketika akan didata. Pertama seseorang merupakan penyintas Covid-19. Lalu berusia 18-60 tahun. Kemudian, tidak memiliki penyakit penyerta.
Menurutnya ada beberapa persyaratan ketika akan didata. Pertama seseorang merupakan penyintas Covid-19. Lalu berusia 18-60 tahun. Kemudian, tidak memiliki penyakit penyerta.Lalu memiliki bukti hasil swab PCR negatif. Selain itu memenuhi skrining pemeriksaan hemoglobin, uji infeksi penyakit menular, dan memiliki titer yang sesuai.”Sosialisasi pendataan ini saya lewat teman-teman dokter di rumah sakit. Supaya bisa lebih banyak lagi yang didata. Supaya rekan-rekan di rumah sakit juga bisa mengedukasi ke pasien penyintas juga," ujar dia.Menurut dokter Arief Adi Saputro, saat ini di Jawa Tengah hanya ada tiga kantor PMI yang dapat melayani donor plasma konvalesen. Yakni PMI Kota Semarang, PMI Solo, dan PMI Banyumas."Kalau di PMI Kudus belum ada. Di Jawa Tengah baru ada tiga PMI yang bisa mendonorkan plasma konvalesen," pungkasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler