Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Masjid Jami Wali Al-Ma'mur yang berada di RT 1, RW 6, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus sejumlah peninggalan Sunan Kudus dan muridnya Arya Penangsang.

Setidaknya ada delapan item peninggalan penyebar Islam tersebut yang berada di Masjid Ini. Kedelapan item itu masih terjaga keasliannya.

MURIANEWS berkesempatan melihat langsung kedelapan item peninggalan itu. Masing-masing item peninggalan itu masanya berbeda-beda.

Kedelapan item itu terdiri dari Gapura Padureksan, mustaka masjid dari kreweng, empat saka guru yang masih utuh, mihrab imam, mimbar khotbah, prasasti Al Ma'mur, sumur Salamun, dan beberapa makam.

"Semuanya masih asli, walaupun tidak seratus persen asli karena ada beberapa bagian yang sudah direnovasi. Untuk empat saka guru itu masih asli, tapi sejak 2020 kami lapisi kayu lagi supaya tidak roboh, kata Juru pelihara Masjid Wali Al-Ma'mur, Fatkhur Rokhman Aziz.

[caption id="attachment_208342" align="alignleft" width="880"] Juru pelihara Masjid Wali Al-Ma'mur, Fatkhur Rokhman Aziz menunjukkan foto-foto masjid sebelum dan sesudah direnovasi. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Di mimbar khotbah juga tertulis 1268 H. Menurut Fatkhur jika dalam Masehi itu sekitar tahun 1800-an. Lalu, di prasasti Al Ma'mur terdapat tahun 1917 yang merupakan penanda masjid selesai direnovasi untuk pertama kalinya.

Lalu, untuk sumur Salamun yang letaknya di dalam masjid sampai saat ini masih digunakan. Utamanya saat Rebo Wekasan. Beberapa makam yang terdapat di sekitar masjid menurut Fatkhur bukanlah orang sembarangan.

Ditengarai mereka merupakan pengikut atau rekan Arya Penangsang. Beberapa bentuk nisan yang berbeda disinyalir merupakan kasta orang yang meninggal kala itu.
Ditengarai mereka merupakan pengikut atau rekan Arya Penangsang. Beberapa bentuk nisan yang berbeda disinyalir merupakan kasta orang yang meninggal kala itu."Kedelapan item tadi berbeda-beda masanya. Yang termasuk peninggalan masa Arya Penangsang dan Sunan Kudus itu gapura, saka papat, mustoko masjid, sumur, mihrab, dan makam," jelasnya.Lebih lanjut, dia mengatakan untuk mimbar khotbah belum diketahui secara pasti peninggalan masa siapa. Sedangkan untuk prasasti Al Ma'mur menurutnya merupakan peninggalan di masa Sayid Ndoro Ali Al Idrus.Sejauh ini Masjid Jami Wali Al-Ma'mur sudah direnovasi sebanyak dua kali. Yakni renovasi skala besar di 1917 oleh Sayid Ndoro Ali Al Idrus. Sedangkan yang kedua di 2017.Kegiatan Rebo Wekasan juga masih digelar. Yakni setiap malam Rabu terakhir bulan Safar. Untuk tahun ini jatuh pada 5 Oktober."Semenjak 2009 kami bekerja sama dengan Disbudpar Kudus yang kegiatannya berupa pentas seni, bazar, gebyar Rebo Wekasan yang pelaksanaannya sepekan sebelum Rebo Wekasan," imbuhnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler