Gapura ’Kuil Jepang’ Dihadirkan di Wisata Sangkal Putung Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 13 Maret 2021 16:18:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Salah satu ikon yang dapat dinikmati masyarakat ketika menyambangi wisata Sangkal Putung Kudus yakni gapura bewarna oranye. Gapura itu dibuat mirip dengan pintu gerbang kuil Torii di Jepang.
Diketahui gerbang kuil Torii di Jepang merupakan gerbang Kuil Shinto yang berfungi sebagai pembatas antara tempat tinggal manusia dengan tempat tinggal dewa-dewi.
Pengamatan MURIANEWS di lapangan, gapura Torii juga direplikasi di wisata Sangkal Putung yang terdapat di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Warna gapura juga dibuat oranye. Mirip dengan gapura Torii di negara Jepang.
Di atas gapura tertulis Mbalong. Menurut Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri, Mbalong memiliki arti rawa. Kata Mbalong dipilih karena daerah itu dahulunya merupakan rawa.
Masri menyebut, perihal gapura yang ditempatkan sebagai pintu masuk wisata Sangkal Putung tidak memiliki maksud tertentu. Dia hanya mencoba menonjolkan sesuatu yang unik dan belum ada.
"Supaya ada daya tariknya. Tidak ada maksud tertentu. Supaya beda saja," kayanya kepada MURIANEWS.
Dia menyebut, ke depannya akan ditambah beberapa fasilitas. Saat ini jumlah perahu yang tersedia ada satu. Sedangkan becak air ada dua.
"Untuk becak air nantinya ada tambahan tiga lagi. Sehingga nantinya ada lima. Untuk perahu sementara baru ada satu," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pengunjung bermain di gapura yang mirip dengan gapura kuil Jepang di wisata Snagkal Putung Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Salah satu ikon yang dapat dinikmati masyarakat ketika menyambangi wisata Sangkal Putung Kudus yakni gapura bewarna oranye. Gapura itu dibuat mirip dengan pintu gerbang kuil Torii di Jepang.
Diketahui gerbang kuil Torii di Jepang merupakan gerbang Kuil Shinto yang berfungi sebagai pembatas antara tempat tinggal manusia dengan tempat tinggal dewa-dewi.
Pengamatan MURIANEWS di lapangan, gapura Torii juga direplikasi di wisata Sangkal Putung yang terdapat di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Warna gapura juga dibuat oranye. Mirip dengan gapura Torii di negara Jepang.
Di atas gapura tertulis Mbalong. Menurut Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri, Mbalong memiliki arti rawa. Kata Mbalong dipilih karena daerah itu dahulunya merupakan rawa.
Masri menyebut, perihal gapura yang ditempatkan sebagai pintu masuk wisata Sangkal Putung tidak memiliki maksud tertentu. Dia hanya mencoba menonjolkan sesuatu yang unik dan belum ada.
"Supaya ada daya tariknya. Tidak ada maksud tertentu. Supaya beda saja," kayanya kepada MURIANEWS.
Dia menyebut, ke depannya akan ditambah beberapa fasilitas. Saat ini jumlah perahu yang tersedia ada satu. Sedangkan becak air ada dua.
"Untuk becak air nantinya ada tambahan tiga lagi. Sehingga nantinya ada lima. Untuk perahu sementara baru ada satu," jelasnya.
Baca: