Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Ibu hamil wajib waspada dan lebih peduli memberi nutrisi terhadap kandungannya. Sebab, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bibir sumbing dan sumbing langit-langit pada bayi yang dilahirkan.

Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi mengatakan, nutrisi yang tidak seseimbang menjadi salah satu penyebab terjadinya bibir sumbing. Selain itu, belum adanya kesadaran dari ibu hamil untuk rutin mengontrolkan buah hatinya turut menjadi faktor tak terdeteksinya penyebab bibir sumbing.

"Kalau penderita bibir sumbing dibiarkan terus akan ada efek samping dari segi suara menjadi agak parau. Selain itu organ bibir dan langit-langit jika dibiarkan akan menggangu saat makan," katanya, Rabu (24/3/2021).

Dokter Hilal menyebut, usia kehamilan nol sampai empat bulan menjadi usia yang harus dipenuhi gizinya. Tujuannya agar janin dapat terbentuk dengan baik.

"Paling tidak nutrisi dan vitamin selama masa kehamilan harus terpenuhi empat sehat lima sempurnanya," terangnya.

Ia juga turut menyampaikan bahwa faktor kesibukan pekerjaan disinyalir menjadi tidak disiplinnya ibu hamil melakukan kontrol kandungannya. Hal ini yang disebut menjadi faktor risiko tak terdeteksinya bibir sumbing.

"Oleh karena itu upaya yang kita lakukan tidak hanya rehabilitasi saja. Melainkan upaya preventif kepada ibu hamil agar tidak terjadi bibir sumbing," ujarnya.
"Oleh karena itu upaya yang kita lakukan tidak hanya rehabilitasi saja. Melainkan upaya preventif kepada ibu hamil agar tidak terjadi bibir sumbing," ujarnya.Baca: RS Aisyiyah Kudus Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Ini Syaratnya Jika Ingin DaftarMenurut dokter Hilal, mayoritas penderita bibir sumbing berasal dari golongan tidak mampu. Padahal untuk operasi bibir sumbing biayanya cukup besar, antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.Oleh sebab itu, dokter Hilal menyampaikan perlu adanya gerakan yang dapat menyelamatkan anak-anak yang menderita bibir sumbing. Sebab, usia anak-anak dirasa masih memiliki masa depan yang panjang.RS Aisyiyah Kudus juga akan menggelar operasi bibir sumbing dan langit-langit, Sabtu (3/4/2021). Operasi bibir sumbing itu gratis bagi masyarakat se-Jawa Tengah. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler