Biar Tetap Cantik, Sayat Mawar Bonsai Kelapa Harus Rutin Dilakukan
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 3 April 2021 11:30:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Bonsai kelapa seharga ratusan ribu hingga jutaan dipamerkan di Mal Kudus City Walk mulai 28 Maret sampai 11 April 2021. Ternyata jika ingin merawat bonsai kelapa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Yakni menyayat bagian jaring.
Pengamatan MURIANEWS, ada beberapa jenis bonsai kelapa yang dipamerkan di lantai satu Mal Kudus City Walk. Mulai dari bonsai jenis kelapa sayur, jenis kelapa gading kuning, jenis gading oren, dan jenis genjah hijau.
Kemudian ada bonsai model albino, model varigata, model bonsai cabang, model kembar, dan model lainnya. Harga bonsai itu beragam. Tertera di harga bonsai itu Rp 300 ribu, Rp 350 ribu, Rp 750 ribu, hingga Rp 7,5 juta.
Perawatan bonsai kelapa tak hanya sekadar mempercantik batok kelapanya semata. Namun menjaga pertumbuhan daun agar tetap kerdil, sehingga terlihat lebih cantik.
Anggota Seni Bonsai Kelapa Kudus (SBKK), Muchammad Chamdan mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan daun dalam bonsai kelapa dilakukan dengan teknik sayat mawar.
"Sebenarnya merawat bonsai itu asyik. Cuma ada hal yang perlu diperhatikan. Yaitu penyayatan rutin jaring atau serabut kelapanya," katanya.
Lebih lanjut, menurutnya jika jaring bonsai kelapa tidak disayat sepekan sekali, bonsai kelapa itu akan tumbuh meninggi. Oleh sebab itu, harus disayat setiap pekan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Anggota Seni Bonsai Kelapa Kudus (SBKK), Muchammad Chamdan menunjukkan bonsai kelapa yang dipamerkan di Mal Kudus City Walk. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Bonsai kelapa seharga ratusan ribu hingga jutaan dipamerkan di Mal Kudus City Walk mulai 28 Maret sampai 11 April 2021. Ternyata jika ingin merawat bonsai kelapa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Yakni menyayat bagian jaring.
Pengamatan MURIANEWS, ada beberapa jenis bonsai kelapa yang dipamerkan di lantai satu Mal Kudus City Walk. Mulai dari bonsai jenis kelapa sayur, jenis kelapa gading kuning, jenis gading oren, dan jenis genjah hijau.
Kemudian ada bonsai model albino, model varigata, model bonsai cabang, model kembar, dan model lainnya. Harga bonsai itu beragam. Tertera di harga bonsai itu Rp 300 ribu, Rp 350 ribu, Rp 750 ribu, hingga Rp 7,5 juta.
Perawatan bonsai kelapa tak hanya sekadar mempercantik batok kelapanya semata. Namun menjaga pertumbuhan daun agar tetap kerdil, sehingga terlihat lebih cantik.
Anggota Seni Bonsai Kelapa Kudus (SBKK), Muchammad Chamdan mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan daun dalam bonsai kelapa dilakukan dengan teknik sayat mawar.
"Sebenarnya merawat bonsai itu asyik. Cuma ada hal yang perlu diperhatikan. Yaitu penyayatan rutin jaring atau serabut kelapanya," katanya.
Lebih lanjut, menurutnya jika jaring bonsai kelapa tidak disayat sepekan sekali, bonsai kelapa itu akan tumbuh meninggi. Oleh sebab itu, harus disayat setiap pekan.
"Yang warna cokelat ini jaringnya harus disayat seminggu sekali. Kalau enggak nanti tumbuh jadi tinggi," terang dia.
Baca: