Pandemi Bikin Pengusaha Transportasi di Kudus Nyaris Bangkrut, Ada yang Terpaksa Jual Bus
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 6 April 2021 16:11:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Pandemi Covid-19 membuat para pengusaha transportasi darat di Kabupaten Kudus terdampak. Tak sedikit dari mereka nyaris bangkrut dan terpaksa menjual armada yang dimiliki.
Catatan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus, 30 perusahaan transportasi di kabupaten ini semuanya terdampak.
Mereka terdiri dari pengusaha bus, angkutan, angkudes, travel, dan transportasi pelat kuning lainnya. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang kembali melarang mudik pada Lebaran tahun ini.
"Kondisi ini sebenarnya kan terkesan tidak fair kalau naik kereta boleh. Naik bus tidak diizinkan. Ini kan kasihan juga pengusaha, sopir, dan kernet. Ini masalah perut," kata Ketua DPC Organda Kudus Mahmudun, Selasa (6/4/2021).
Menurutnya, selama pandemi yang berlangsung hampir setahun ini angkutan umum terpuruk. Sebanyak 30 perusahaan transportasi darat dengan total ribuan armada dirasanya hampir bangkrut.
"Istilahnya mendap-mendip hampir kolaps. Kalau boleh cerita ada perusahan transportasi darat di Kudus yang sampai menjual bus. Ada juga yang baru beli bus tapi tiga bulan ini nggak jalan," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bus memasuki area Terminal Induk Jati, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Pandemi Covid-19 membuat para pengusaha transportasi darat di Kabupaten Kudus terdampak. Tak sedikit dari mereka nyaris bangkrut dan terpaksa menjual armada yang dimiliki.
Catatan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus, 30 perusahaan transportasi di kabupaten ini semuanya terdampak.
Mereka terdiri dari pengusaha bus, angkutan, angkudes, travel, dan transportasi pelat kuning lainnya. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang kembali melarang mudik pada Lebaran tahun ini.
"Kondisi ini sebenarnya kan terkesan tidak fair kalau naik kereta boleh. Naik bus tidak diizinkan. Ini kan kasihan juga pengusaha, sopir, dan kernet. Ini masalah perut," kata Ketua DPC Organda Kudus Mahmudun, Selasa (6/4/2021).
Menurutnya, selama pandemi yang berlangsung hampir setahun ini angkutan umum terpuruk. Sebanyak 30 perusahaan transportasi darat dengan total ribuan armada dirasanya hampir bangkrut.
"Istilahnya mendap-mendip hampir kolaps. Kalau boleh cerita ada perusahan transportasi darat di Kudus yang sampai menjual bus. Ada juga yang baru beli bus tapi tiga bulan ini nggak jalan," ujarnya.
Baca: