Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pemerintah Desa (Pemdes) Janggalan mengenalkan pelatihan membatik bagi pemula secara gratis. Pelatihan itu digelar bersamaan dengan kegiatan Pasar Bungah, RT 02, RW 01, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Minggu (11/4/2021)

Pelatihan membatik secara gratis itu diikuti 54 siswi SMK 1 Kudus. Kegiatan itu sekaligus untuk menjaring bibit muda yang handal di bidang ketrampilan membatik.

Koordinator Pelatih Batik Desa Janggalan, Muhammad Fadloli, menjelaskan ada tahapan pelatihan membatik yang diberikan bagi para peserta. Pertama, peserta diajak membuat teknik dasar lewat pola yang ada di selembar kain putih.

Setelah gambar pola siap, dan dipahami, tahapan selanjutnya baru disampaikan. Dari tahapan menggambar pola, selanjutnya diberikan pelatihan mengenai cara mencanting. 

"Kami kenalkan yang dasar dulu. Plan awalnya, ya gambar sederhana seperti pola bunga ini. Kemudian dicanting. Setelah itu nanti kami ajarkan tahapan pewarnaan," katanya, Minggu (11/4/2021).

Setelah pewarnaan, batik hasil siswi SMK 1 Kudus itu dikeringkan. Hasilnya akan diberikan kembali kepada siswi yang mengikuti pelatihan."Harapan kami kegiatan membatik ini bisa dilakukan terus menerus sebagai kegiatan pelestarian Batik Kudus dan Batik Janggalan," harapnya.Sementara itu, salah seorang siswi SMK 1 Kudus, Jumila Arabela menunjukan keseriusannya mengikuti pelatihan membatik ini. Menurutnya kegiatan membatik secara linier masih berhubungan dengan jurusan tata busana yang dipelajarinya di bangku sekolah."Saya memang ingin belajar membatik. Soalnya saya kan juga dari jurusan tata busana. Supaya bisa tahu juga tentang batik Kudus. Harapannya batik Kudus bisa terus berkembang," ujarnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler