Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pondok Pesantren (ponpes) Entrepreneur Al Mawaddah Kudus memiliki kebun Quran. Nama ini sengaja diangkat, lantaran semua tanaman yang ada di dalam kebun itu disebut dalam kitab suci Alquran.

Kebun itu pun dibangun sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Kebun Quran itu terletak di sebelah barat Pondok Pesantren Entrepreneur Al Mawaddah. Lokasinya di RT 06, RW 01, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Beberapa tanaman yang ada di kebun itu seperti kurma, buah tin, buah zaitun, dan delima. Pendiri ponpes ingin menunjukkan kepada masyarakat jika buah yang mayoritas di tanam di Timur Tengah itu bisa dinikmati di  Kudus.

"Di ayat Alquran kan memang membahas buah-buahan tersebut. Nah kami di sini semacam memfasilitasi. Kalau ada yang belum bisa ke Timur Tengah maupun ke Makkah, bisa datang ke sini," kata Pendiri Pesantren Entrepreneur Al Mawaddah, Sofiyan Hadi, Sabtu (1/5/2021).

Lebih lanjut, menurut dia ada belasan pohon kurma yang didatangkan dari Thailand. Dia memilih Thailand karena iklim yang hampir sama dengan Indonesia.
Lebih lanjut, menurut dia ada belasan pohon kurma yang didatangkan dari Thailand. Dia memilih Thailand karena iklim yang hampir sama dengan Indonesia."Kalau beli dari Timur Tengah bisa tumbuh tapi tidak bisa berbuah di sini. Karena di sini dengan di Timur Tengah iklimnya kan beda," ujar dia.Di lahan seluas tiga ribu meter persegi itu, sebelum adanya pandemi sering dikunjungi masyarakat dan siswa. Namun, karena saat ini sedang pandemi untuk sementara ditutup. Sama seperti toko sepatu dan tas, kebun Quran tersebut juga dikelola oleh santri. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler