Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Bupati Kudus, HM Hartopo menyambangi makam Ploso dan makam Kaliputu, Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan kegiatan Program Kudus Gasik.

Program Kudus Gasik, dibuat sebagai salah satu upaya mewujudkan Kudus menjadi lebih cantik. Namun, program ini dilakukan dengan tidak membebani APBD. Sebab, saat ini APBD Kudus, sedang difokuskan untuk penanganan Covid-19.

"Salah satu program Kudus Gasik ini untuk membuat Kudus menjadi lebih cantik. Salah satunya adalah kegiatan penataan makam. Makam jangan sampai jadi tempat yang menakutkan," katanya kepada MURIANEWS, Minggu (2/5/2021).

Menurut Hartopo, makam lebih baik dijadikan sebagai seperti taman. Terlebih, nanti pada saat moment lebaran, makam akan dikunjungi banyak orang untuk berziarah.

Orang nomor satu di Kudus itu ingin, akses untuk masuk di tiap-tiap makam, baik makam Ploso maupun makam Kaliputu dibuat lebih baik. Sehingga peziarah nyaman ketika berziarah.

"Harapan saya di sini akses masuk dibuat bagus. Misalnya dipaving. Supaya tidak melompati patok. Dan ketika memikul jenazah aksesnya bisa mudah," terang Hartopo.Lebih lanjut, Hartopo juga ingin agar kegiatan Kudus Gasik ini dapat terus berkesinambungan. Kegiatan bersih-bersih makam ini diminta dilakukan sebulan sekali, secara rutin."Untuk masalah makam yang dikijing, karena belum ada Perdes, maka harus segera dibuat Perdes. Kemudian untuk makam yang sudah tidak pernah diziarahi agar digeser atau dihilangkan. Agar orang yang mau berziarah lebih mudah," pungkasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler