Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Penggunaan rapid test antigen bekas menjadi perbincangan beberapa hari ini. Hal ini seiring dengan ramaianya pemberitaan penggunaan rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Empat petugas laboratorium rapid test di Bandara Kualanamu pun ditangkap pada Selasa (27/4/2021) lalu. Lalu seperti apa bahaya penggunaan alat rapid test bekas?.

Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi menjelaskan mengenai hal ini. Menurutnya alat rapid test antigen penggunaannya hanya untuk sekali.

"Walaupun dicuci dengan alkohol juga tidak boleh. Karena penggunaannya itu hanya untuk sekali saja," katanya kepada MURIANEWS, Selasa (4/5/2021).

Dokter Hilal melanjutkan, penggunaan rapid test antigen bekas sama dengan mentransfer virus kepada pengguna kedua. Hal ini tidak dibenarkan, pasalnya dapat memberi efek berbahaya bagi pengguna selanjutnya.

"Tetap berbahaya karena mengandung virus dari orang yang diambil spesimennya. Aturannya itu satu kali pakai," ujar dia.

Bahkan, menurutnya bagi orang yang mempunyai komorbid dapat menyebabkan kematian. Pasalnya, daya tahan yang dimiliki pasien komorbid tergolong rendah.

Baca: Lima Bulan Beraksi, Tersangka Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Untung Rp 1,8 Miliar
Baca: Lima Bulan Beraksi, Tersangka Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Untung Rp 1,8 MiliarGejala yang ditimbulkan akibat penggunaan rapid test antigen bekas beragam. Mulai dari gejala ringan hingga berat yang dapat menimbulkan kematian. Selain itu, efek yang ditimbulkan juga dapat menyasar ke multi organ. Seperti jantung dan paru-paru."Tergantung orangnya masing-masing. Karena setiap orang punya daya tahan dan risiko yang berbeda-beda. Bagi orang dengan komorbid bisa fatal dan menimbulkan kematian," jelasnya.Ditanya soal membedakan alat rapid test antigen bekas dengan alat rapid test antigen yang masih baru, ia mengaku kesulitan. Sebab, tidak ada ciri yang pasti."Kalau sudah dikemas lagi sulit membedakannya. Oleh sebab itu, perlu kerja sama semua pihak supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Karena faktor keamanan, kualitas, dan hati nurani harus di kedepankan," pungkasnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler