Dari Nekat Mbengkel, Nenek di Kudus Ini Bisa Berangkat Haji dan Biayai Kuliah Anak
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 5 Mei 2021 15:00:22
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Seorang nenek asal Kudus berangkat haji dan membiayai pendidikan keenam anaknya dari membuka bengkel. Dia belajar bengkel secara otodidak.
Nenek berusia 70 tahun itu bernama Hj Kasminah. Dia membuka usaha bengkel di samping rumahnya. Lokasinya di RT 01, RW 03, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Di bengkel itu ia melayani mulai dari tambal ban, ganti oli, servis sepeda motor, hingga reparasi berbagai jenis sepeda.
Menurut nenek enam orang anak itu dia sudah mulai mengenal dunia bengkel sejak 1980 silam. Saat itu suaminya masih hidup. Semenjak suaminya tiada pada 2015, Hj. Kasminah melanjutkan usaha bengkel peninggalan suaminya itu.
"Mbiyen zamane bojone kula tasih wonten niku kula mboten pareng melu mbengkel. Jare garapane wong lanang. Lha sakniki mpun mboten wonten bojo tak teruske kula. (Dahulu semenjak masih ada suami, saya tidak boleh ikut mbengkel. Katanya itu pekerjaan laki-laki. Lha sekarang sudah tidak ada suami saya yang melanjutkan)," katanya, Rabu (5/5/2021).
Ketertarikan untuk mbengkel saat suaminya masih hidup itu karena ia tak mau merepotkan pasangan hidupnya terus menerus. Dia juga ingin memiliki pemasukan sendiri.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kasminah memperbaiki sepeda motor di bengkelnya di Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Seorang nenek asal Kudus berangkat haji dan membiayai pendidikan keenam anaknya dari membuka bengkel. Dia belajar bengkel secara otodidak.
Nenek berusia 70 tahun itu bernama Hj Kasminah. Dia membuka usaha bengkel di samping rumahnya. Lokasinya di RT 01, RW 03, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Di bengkel itu ia melayani mulai dari tambal ban, ganti oli, servis sepeda motor, hingga reparasi berbagai jenis sepeda.
Menurut nenek enam orang anak itu dia sudah mulai mengenal dunia bengkel sejak 1980 silam. Saat itu suaminya masih hidup. Semenjak suaminya tiada pada 2015, Hj. Kasminah melanjutkan usaha bengkel peninggalan suaminya itu.
"Mbiyen zamane bojone kula tasih wonten niku kula mboten pareng melu mbengkel. Jare garapane wong lanang. Lha sakniki mpun mboten wonten bojo tak teruske kula. (Dahulu semenjak masih ada suami, saya tidak boleh ikut mbengkel. Katanya itu pekerjaan laki-laki. Lha sekarang sudah tidak ada suami saya yang melanjutkan)," katanya, Rabu (5/5/2021).
Ketertarikan untuk mbengkel saat suaminya masih hidup itu karena ia tak mau merepotkan pasangan hidupnya terus menerus. Dia juga ingin memiliki pemasukan sendiri.
"Kula kan remen rujak. Nek bade tumbas nyuwun duit bojo terus kok pakewuh (Saya kan suka rujak. Kalau mau beli rujak minta uang suami terus kok enggak enak)," terangnya.
Dari hasil bengkel itu, Kasminah dapat berangkat haji. Tepatnya di 2017 silam. Saat itu dia berangkat sendiri. Sebab, dua tahun sebelumnya suaminya sudah tiada.
"Alhamdulillah saged mangkat kaji kiyambak. Duite Rp 24 juta alhamdulillah kok wonten," ujar dia.
Selain berangkat haji, nenek yang kini sudah berusia 70 tahun itu juga dapat membiayai pendidikan keenam anaknya. Yakni satu anak sampai jenjang kuliah, satu anak mondok, dan empat orang anak lulus SMA.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha