Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Petani melon di Kudus, Suwondo sumringah karena Rabu (5/5/2021) hari ini bisa memanen melon yang beberapa bulan terakhir  telah ia rawat. Apalagi sekali panen dia bisa meraup hingga Rp 210 juta.

Ditemui MURIANEWS di lahan pertanian seluas satu hektare yang terdapat di sebelah selatan SMK Wisudha Karya Kudus, Desa Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Suwondo menjelaskan tentang hasil panennya itu.

Melon yang dipanennya itu berjenis melon pertiwi. Tiap melon yang dipanennya memiliki berat kurang lebih 2-3 kilogram. Di lahan seluas satu hektare itu dia berhasil panen 30 ton. Harga per kilogramnya Rp 7 ribu, sehingga dari hasil panen ini ia bisa mengantongi Rp 210 juta.

Diketahui, lahan seluas satu hektare itu bukanlah lahan miliknya. Melainkan dia menyewa. Harga sewa satu hektar lahan itu Rp 10 juta per satu kali panen.

[caption id="attachment_216726" align="alignleft" width="880"] Seorang kuli memindahkan melon ke keranjang untuk diangkut ke truk (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula).[/caption]

"Kurang lebih hasil panen saya ini Rp 210 juta. Modal nandur (tanam) Rp 150 juta. Bisa dibilang untung. Alhamdulillah juga selama ini cuacakan mendukung," katanya.
Lebih lanjut, masa tanam melon itu berdurasi sekitar dua bulan. Ia juga bersyukur, harga melon saat ini cukup tinggi. Sebab, biasanya harga melon per satu kilogramnya hanya Rp 4 ribu"Saya tanam dua Februari lalu dan hari ini panen. Hitungannya panen melon itu cepat. Dua bulan pasti panen," ujarnya.Kendati meraup ratusan juta dalam sekali panen, jatuh bangun pernah dialami Suwondo. Memulai bertani sejak 2005 lalu, dia pernah mengalami kerugian yang tidak sedikit."Rugi ya bolak-balik. Pernah dulu rugi sampai Rp 300 juta ya saya alami. Tapi tetap tidak kapok dan tetap akan jadi petani melon," imbuhnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler