Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Bayi tabung atau dikenal juga sebagai pembuahan In Vitro Fertilization (IVF) merupakan teknik pembuahan atau inseminasi yakni pembuahan sel telur di bagian luar tubuh perempuan. Meski ada pro dan kontra, program ini sudah banyak dipilih dan disarankan oleh kalangan medis.

Lewat Forum Tanya Dokter di Smarther Health, hal ini juga dibahas oleh dokter kandungan, dr Norazlin Rosli dari Sophea Fertility Malaysia. Di laman Smarther Health dia menjawab beberapa pertanyaan terkait persoalan kehamilan.

Salah seorang penanya berkeluh kesah soal dirinya yang sudah menikah puluhan tahun. Akan tetapi belum dikaruniai anak.

Penanya juga sudah mencoba minum herbal dan menghitung masa subur. Bahkan dia juga bertanya soal kemungkinannya untuk melakukan bayi tabung di usia 40 tahun.

"Dokter, saya seorang wanita berusia 39 tahun, sudah menikah sekitar 12 tahun. Namun belum di karuniai anak. Saya dan suami sudah periksa kesuburan dan tidak ada masalah pada kami," tanyanya.

Pertanyaan itu dijawab oleh dr. Norazlin Rosli. Menurutnya, si penanya harus melakukan perawatan kesuburan. Lebih lanjut, menurutnya Inseminasi intrauterin hanya membantu pengangkutan rahim ke dalam rahim.

"Sperma masih perlu mencari telur untuk mencoba dan membuahi telur. Karena itu, IVF akan menjadi pilihan yang lebih baik. Karena dalam perawatan ini, sperma akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk membantu pembuahan," jawabnya.
"Sperma masih perlu mencari telur untuk mencoba dan membuahi telur. Karena itu, IVF akan menjadi pilihan yang lebih baik. Karena dalam perawatan ini, sperma akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk membantu pembuahan," jawabnya.Dokter Norazlin Rosli pun menyarankan IVF atau bayi tabung. Menurutnya, di usia 40 tahun peluang untuk sukses menggunakan IVF dirasa cukup bagus. Namun, dia menyarankan agar tidak menunda lebih lama lagi."Saran saya jangan menunda lagi. Karena tingkat keberhasilan hanya turun dengan bertambahnya usia," imbuhnya.Saat ini sejumlah rumah sakit di Indonesia sudah banyak yang melayani fasilitas bayi tabung ini. Biaya yang dipatok beragam mulai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler