Soal Ledakan Mercon, Begini Respon Bupati dan Kapolres Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 13 Mei 2021 10:32:19
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Empat orang menjadi korban ledakan mercon di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Rabu (12/5/2021) kemarin malam. Tiga dari empat korban itu mengalami luka-luka. Sedangkan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Korban ledakan petasan yang meninggal dunia itu berinisial TM (19). Sedangkan tiga korban yang hingga saat ini masih menjalani perawatan berinisial KA (19), MF (18), dan MN (16).
Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan insiden itu luput dari pantauannya. Sebab, menurutnya pembuat mercon tersebut merupakan home industry.
"Pembuat mercon itu merupakan home industri. Kami tidak pernah pantau. Tau-tau ya semalam itu langsung dor," katanya usai ditemui selepas salat Idulfitri, Kamis, (13/5/2021).
Hartopo melanjutkan, pembuatan mercon tersebut tidak dikomersilkan. Penggunaannya memang untuk pribadi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bupati Kudus HM Hartono usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Agung Kudus, Kamis (13/5/2021). (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Empat orang menjadi korban ledakan mercon di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Rabu (12/5/2021) kemarin malam. Tiga dari empat korban itu mengalami luka-luka. Sedangkan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Korban ledakan petasan yang meninggal dunia itu berinisial TM (19). Sedangkan tiga korban yang hingga saat ini masih menjalani perawatan berinisial KA (19), MF (18), dan MN (16).
Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan insiden itu luput dari pantauannya. Sebab, menurutnya pembuat mercon tersebut merupakan home industry.
"Pembuat mercon itu merupakan home industri. Kami tidak pernah pantau. Tau-tau ya semalam itu langsung dor," katanya usai ditemui selepas salat Idulfitri, Kamis, (13/5/2021).
Hartopo melanjutkan, pembuatan mercon tersebut tidak dikomersilkan. Penggunaannya memang untuk pribadi.
"Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kami. Ke depannya kalau ada yang membuat mercon seperti ini agar dilaporkan ke kami," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menyampaikan ketiga korban saat ini masih dirawat. Dia berencana akan mencari tahu terhadap peracik mercon tersebut.
"Tindak lanjut dari kami ya nanti kami cari tahu peraciknya dari mana. Dan kami juga mengimbau kalau ke depannya ada hal seperti ini segera laporkan ke kami," imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Supriyadi