Pandemi Tak Bikin Ciut Nyali untuk Lestarikan Batik Khas Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 22 Mei 2021 14:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Pandemi Covid-19 tak membuat pembatik di Kudus berhenti berkarya. Ini ditunjukkan oleh Omah Batik-Ku yang terus berupaya melestarikan batik khas Kudus babaran Kedung Paso.
Penanggung Jawab Produksi Omah Batik Ku, Muhammad Fadloli saat ditemui MURIANEWS di Desa Langgardalem RT 04, RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menjelaskan tentang upaya untuk melestarikan batik Kudus.
"Walaupun masih pandemi kami tetap berkarya. Dan kebetulan masih ada yang pesan. Kebanyakan pesanan untuk batik Kudus babaran Kedung Paso," katanya baru-baru ini.
Saat ini batik Kudus babaran Kedung Paso masih ramai pesanan. Batik tersebut lumrah dipakai atau digunakan sebagai seserahan pernikahan. "Alhamdulillah masih ada yang pesan walaupun saat ini masih pandemi," sambungnya.
Fadloli melanjutkan, batik Kudus babaran Kedung Paso memang diminati. Sebab, menurutnya warna yang terdapat di batik berwarna-warni.
"Batik babaran Kedung Paso khasnya warna-warni. Biasanya ada faunanya. Seperti ini ada burung Meraknya. Atau orang biasa menyebut Merak ketekuk (Merak kelipat). Karena ketika dipakai, burung Meraknya kelipat. Selain itu ada juga motif Kapal Kandas yang juga warna-warni," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pengelola Omah Batik Ku menunjukkan salah satu batik Kudus yang terus dilestarikan. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Pandemi Covid-19 tak membuat pembatik di Kudus berhenti berkarya. Ini ditunjukkan oleh Omah Batik-Ku yang terus berupaya melestarikan batik khas Kudus babaran Kedung Paso.
Penanggung Jawab Produksi Omah Batik Ku, Muhammad Fadloli saat ditemui MURIANEWS di Desa Langgardalem RT 04, RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menjelaskan tentang upaya untuk melestarikan batik Kudus.
"Walaupun masih pandemi kami tetap berkarya. Dan kebetulan masih ada yang pesan. Kebanyakan pesanan untuk batik Kudus babaran Kedung Paso," katanya baru-baru ini.
Saat ini batik Kudus babaran Kedung Paso masih ramai pesanan. Batik tersebut lumrah dipakai atau digunakan sebagai seserahan pernikahan. "Alhamdulillah masih ada yang pesan walaupun saat ini masih pandemi," sambungnya.
Fadloli melanjutkan, batik Kudus babaran Kedung Paso memang diminati. Sebab, menurutnya warna yang terdapat di batik berwarna-warni.
"Batik babaran Kedung Paso khasnya warna-warni. Biasanya ada faunanya. Seperti ini ada burung Meraknya. Atau orang biasa menyebut Merak ketekuk (Merak kelipat). Karena ketika dipakai, burung Meraknya kelipat. Selain itu ada juga motif Kapal Kandas yang juga warna-warni," terangnya.
Ke depannya, Fadloli akan terus melestarikan batik tulis. Menurutnya, membuat batik itu harus asli.
"Terkadang ada pesanan batik printing. Tapi mohon maaf saya tolak. Karena menurut saya batik itu ya harus asli. Kalau hanya printing menurut saya bisa membuat pembatik menjadi malas," ujarnya.
Fadloli berharap tradisi melestarikan batik ke depannya bisa terus berlanjut. Sehingga batik tetap lestari. "Selain itu bisa mewujudkan batik Kudus sebagai warisan," harapnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha