Go Green, Peci dari Goni Buatan Marwoto Pemuda dari Kudus Ini Laris Manis
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 29 Mei 2021 13:49:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Perajin peci goni di Kudus, Marwoto tak pernah menyangka usaha peci goninya laris manis. Modelnya yang klasik dan unik, dengan konsep go green yang diusung dalam produknya ini mampu memikat banyak orang.
Ditemui MURIANEWS di tokonya yang diberi nama MWT Brand di Desa Peganjaran, RT 01, RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Marwoto menceritakan pengalamannya membuat dan menjual peci goni.
"Bahannya dari daur ulang karung goni. Ingin menonjolkan segi klasik dan go greennya," kata pemuda yang memulai usahanya sejak 2019 lalu.
Peci goni yang dibuatnya ada beragam motif. Ada yang polos dan ada yang diberi motif logo Nahdlatul Ulama (NU). Harganya bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu.
[caption id="attachment_220289" align="alignleft" width="880"]
Perajin peci goni di Kudus, Marwoto menunjukkan peci goni buatannya. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula[/caption]Peci yang dijualnya itu menjadi best seller. Dalam sebulan, dia bahkan mampu memproduksi seribu peci.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga membeli produk peci goni yang dibuat oleh Marwoto. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Perajin peci goni di Kudus, Marwoto tak pernah menyangka usaha peci goninya laris manis. Modelnya yang klasik dan unik, dengan konsep go green yang diusung dalam produknya ini mampu memikat banyak orang.
Ditemui MURIANEWS di tokonya yang diberi nama MWT Brand di Desa Peganjaran, RT 01, RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Marwoto menceritakan pengalamannya membuat dan menjual peci goni.
"Bahannya dari daur ulang karung goni. Ingin menonjolkan segi klasik dan go greennya," kata pemuda yang memulai usahanya sejak 2019 lalu.
Peci goni yang dibuatnya ada beragam motif. Ada yang polos dan ada yang diberi motif logo Nahdlatul Ulama (NU). Harganya bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu.
[caption id="attachment_220289" align="alignleft" width="880"]