Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kasus Covid-19 di Kudus terus melonjak. Tenaga medis di Kudus pun kewalahan, setelah 156 tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten ini ikut terpapar corona.

Alhasil Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah membuka lowongan bagi para dokter untuk ditugaskan sebagai relawan di Kabupaten Kudus.

Hal ini juga beredar di insta story di media sosial. Di situ tertera tulisan kebutuhan tambahan dokter sebagai relawan untuk ditempatkan di Kudus.

"Dibutuhkan segera dokter umum. IDI Jawa Tengah membutuhkan dokter umum sebagai relawan untuk bekerja di IGD RS atau puskesmas, penempatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah," isi kabar yang beredar di medsos.

Di bawah tulisan tersebut tertera beberapa poin persyaratan. "Bekerja minimal 1 minggu, diutamakan selesai internship, bekerja delapan jam per hari (1 sif) selama 6 hari kerja".

Di bagian paling bawah, tertera link untuk mendaftar yakni bit.ly/rekrutmendokterkudus dan nomor yang bisa dihubungi.

Dikonformasi mengenai hal inim Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, dr Ahmad Syaifuddin membenarkannya. Menurutnya, pembukaan lowongan relawan ini merupakan respon dari permintaan yang diajukan oleh IDI Kudus.

Baca: Jumlah Nakes Terpapar Covid-19 di Kudus Jadi 156 Orang, Bupati: Sudah Lapor Pak Menkes

Menurutnya hal itu dilakukan lantaran Kudus kewalahan menangani Covid-19. Ketersediaan tenaga kesehatan dirasa masih kurang.
Menurutnya hal itu dilakukan lantaran Kudus kewalahan menangani Covid-19. Ketersediaan tenaga kesehatan dirasa masih kurang."Betul, itu pengajuan dari IDI Kudus ke IDI Jawa Tengah per Jumat (28/5/2021) kemarin," katanya, Selasa (1/6/2021).Dokter Ahmad Syaifuddin menyebut, banyak puskesmas yang kini kesulitan, sehingga Kudus membutuhkan bantuan tambahan tenaga kesehatan."Kami dari IDI Kudus mengajukan 60 dokter umum, empat dokter penyakit paru-paru, dan empat dokter penyakit dalam," pungkasnya.Baca: Kepala DKK dan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kudus Terpapar CoronaDokter Ahmad Syaifuddin menjadi salah satu dokter yang terpapar Covid-19, dan kini menjalani isolasi di RSI Sunan Kudus. Hingga hari ini tercatat ada 156 nakes yang terpapar virus ini, baik dokter hingga perawat.Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo dan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris DKK Kudus dr Andini Aridewi juga terpapar Covid-19, dan kini menjalani isolasi. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler