Pandemi, Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi Transaksi Nontunai
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 3 Juni 2021 19:03:32
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Bank Mandiri area Kudus menyebut akan terus melakukan digitalisasi, sehingga bisa membantu mengurangi transaksi tunai. Ini juga sebagai salah satu upaya, menghindari perpindahan uang secara fisik yang rawan terhadap Covid-19.
"Kami akan terus lakukan digitalisasi. Karena kondisi Covid-19 yang belum berakhir. Transaksi secara cash dengan uang yang terus berpindah tangan tergolong berisiko," kata Hal Vice President Bank Mandiri Area Kudus, Abu Hanafiah, Kamis (3/6/2921).
Menurutnya, ada beberapa program digitalisasi yang diusung untuk memudahkan masyarakat. Salah satunya lewat aplikasi perbankan Bank Mandiri, Livin'. Dengan aplikasi itu warga dapat melakukan beragam transaksi secara nontunai.
"Supaya lebih mudah. Ibaratnya ATM di dalam handphone. Bisa untuk beragam transaksi. Mau bayar apa saja tinggal ketik saja," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Vice President Bank Mandiri Area Kudus, Abu Hanafiah (kanan). (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Bank Mandiri area Kudus menyebut akan terus melakukan digitalisasi, sehingga bisa membantu mengurangi transaksi tunai. Ini juga sebagai salah satu upaya, menghindari perpindahan uang secara fisik yang rawan terhadap Covid-19.
"Kami akan terus lakukan digitalisasi. Karena kondisi Covid-19 yang belum berakhir. Transaksi secara cash dengan uang yang terus berpindah tangan tergolong berisiko," kata Hal Vice President Bank Mandiri Area Kudus, Abu Hanafiah, Kamis (3/6/2921).
Menurutnya, ada beberapa program digitalisasi yang diusung untuk memudahkan masyarakat. Salah satunya lewat aplikasi perbankan Bank Mandiri, Livin'. Dengan aplikasi itu warga dapat melakukan beragam transaksi secara nontunai.
"Supaya lebih mudah. Ibaratnya ATM di dalam handphone. Bisa untuk beragam transaksi. Mau bayar apa saja tinggal ketik saja," ujarnya.
Abu Hanafiah mengatakan, Livin' akan terus disosialisasikan. Dia tidak menampik bahwa masyarakat Kudus dan sekitarnya masih sedikit yang belum melek digital.
"Untuk nasabah mungkin sudah pada paham ya. Tapi untuk outlet seperti toko dan warung-warung masih belum familiar," imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha