Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Horog-horog merupakan kuliner khas Jepara yang terbuat dari tepung aren. Lalu bagaimana jika kuliner tradisional ini dikombinasikan dengan bakso?.

Tak perlu ke Jepara untuk menikmatinya. Di Kabupaten Kudus pun bisa ditemui di Jalan Lingkar Panjang depan United Futsal, Kudus. Konsumen disuguhkan menu kuliner bakso yang dicampur dengan horog-horog.

Di warung bakso milik Subchan itu menyuguhkan beragam menu yang bisa dikombinasikan dengan horog-horog.

"Memang saya pilih bakso horog-horog karena unik dan klasik. Apalagi di Kudus kan belum ada. Hal ini untuk menarik pasar, apalagi di era media sosial ini masyarakat cari yang aneh-aneh," kata Subchan, Selasa (8/6/2021).

[caption id="attachment_222051" align="alignleft" width="880"] Menu bakso horog-horog yang siap dihidangkan. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Pemuda yang tinggal di RT 04, RW 03, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengaku memiliki ide mengkombinasikan bakso dengan horog-horog karena terinspirasi dari saudaranya.

"Saudara saja bisa membuat horog-horog. Selain itu di Pecangaan Jepara ada pecel horog-horog dan bakso horog-horog. Dari situlah saya coba buka di Kudus bakso horog-horog. Apalagi orang Kudus suka juga dengan horog-horog," terangnya.

Kombinasi rasa horog-horog yang khas, dengan bakso yang gurih bisa menjadikan dua kuliner ini bisa menyatu.
Kombinasi rasa horog-horog yang khas, dengan bakso yang gurih bisa menjadikan dua kuliner ini bisa menyatu.Bahkan menurut penjualnya, pembeli yang sudah merasakan mengaku ketagihan. "Biasanya yang sudah makan di sini minta bungkus juga," terangnya.Subchan biasa membuka warung baksonya setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. Dalam sehari, dia mampu menjual 100 hingga 125 porsi bakso horog-horog. Jika sedang ramai seperti akhir pekan, dia mampu menjual 200 hingga 300 porsi per harinya."Kalau akhir pekan ramai. Menurut saya karena warga Kudus memang suka horog-horog juga. Kemudian kalau mau beli bakso horog-horog di Jepara kejauhan. Sehingga memilih beli di sini," ujarnya.Subchan menyampaikan horog-horog memiliki manfaat yang bagus bagi kesehatan. Sebab, horog-horog memiliki kadar gula yang rendah."Bagus untuk kesehatan karena horog-horog kadar gulanya rendah. Kalau pembeli ke sini mau beli horog-horog saja boleh. Satu potongnya Rp 2 ribu," pungkasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler