Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus terus berupaya melakukan pendataan bagi penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma Konvalesen. Namun, sejauh ini pendonor plasma konvalesen di Kudus masih sepi.

PMI Kudus sedianya hanya sebagai fasilitator bagi masyarakat Kudus, dengan pihak PMI Kota Semarang sebagai eksekutornya. Sebab, untuk kegiatan donor plasma Konvalesen, PMI Kudus masih belum memiliki fasilitas penunjangnya.

"Bisa dibilang sepi. Kami belum mendapatkan penyintas Covid-19 yang baru sembuh dua pekan. Kami juga bingung karena permintaan plasma Konvalesen sangat banyak," kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus, dr Arief Adi Saputro, Kamis (10/6/2021).

Sejauh ini data yang masuk di PMI Kudus hanya data penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dari Covid-19 selama tiga bulan. Padahal, menurutnya plasma konvalesen lebih efektif ketika diambil dari penyintas yang baru sembuh dua pekan.

"Kami inginya mencari yang dua minggu baru sembuh. Dan kami belum menemukan. Mungkin masyarakat takut atau apa saya tidak tahu," terangnya.

PMI Kudus sendiri sudah melakukan kegiatan pendataan sejak Februari 2021 lalu. Namun, peminat pendonor plasma Konvalesen belum signifikan.

"Keluarga pasien yang di Kudus banyak yang tanya juga. Kami PMI Kudus hanya bisa mendata saja. Dari masyarakat Kudus nanti kami arahkan ke PMI Semarang," terangnya.
"Keluarga pasien yang di Kudus banyak yang tanya juga. Kami PMI Kudus hanya bisa mendata saja. Dari masyarakat Kudus nanti kami arahkan ke PMI Semarang," terangnya.Meski demikan, PMI Kudus juga masih berupaya untuk menjalin komunikasi dengan rumah sakit di Kudus dan puskesmas di Kudus jika ada penyintas yang berminat mendonorkan plasma Konvalesen.Beberapa kriteria pendonor plasma Konvalesen dijelaskan oleh Arief. Boleh dari jenis kelamin laki-laki atau perempuan, berumur 18 tahun sampai 60 tahun, berat badan minimal 55 Kilogram, pernah terpapar Covid-19, tidak memiliki gejala, dan sudah senbuh dari Covid-19 rentang dua pekan hingga 12 pekan.Kemudian juga harus dipastikan tidak memiliki komorbiditas seperti diabetes, hepatitis, jantung, dan penyakit penyerta lainnya. Lebih khusus memiliki titer antibodi mininal 1/160.Bagi masyarakat yang berminat dapat mengakses link via google form bit.ly/2NU10Z5. Selain itu bisa juga dengan langsung menghubungi PMI Kudus."Harapan kami PMI Kudus bisa membantu data masyarakat untuk menolong pasien yang dirawat di rumah sakit di Kudus. Dan masyarakat berkenan untuk mendonorkan plasma Konvalesen," harapnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler