Sarung Batik Kudus Tahun 1920-an Kegemaran Para Ulama Dihidupkan Lagi
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 12 Juni 2021 13:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sarung batik Kudus yang pernah jaya pada 1920-an kini coba dihidupkan lagi oleh Omah Batik Ku di Desa Langgardalem RT 04, RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Penanggung Jawab Produksi Omah Batik-Ku, Muhammad Fadloli mengatakan, pihaknya ingin melestarikan tradisi batik. Sehingga mengeluarkan kembali sarung batik Kudus motif bunga seruni dengan warna soga (warna cokelat gelap).
"Batik Kudus warna soga punya warna yang spesifik dan khusus. Warnanya cokelat kehijauan dan cokelat kemerahan," katanya, Sabtu (12/6/2021).
Lebih lanjut, menurut Fadloli motif sarung batik itu dipesan para ulama. Di sarung batik Kudus motif bunga seruni itu Fadloli menampilkan motif bunga seruni.
"Kami tampilkan bunga seruni itu tumbuh di musim gugur. Yang artinya memiliki panjang umur, kesehatan, dan rezeki yang melimpah," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Sarung batik Kudus motif bunga seruni. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sarung batik Kudus yang pernah jaya pada 1920-an kini coba dihidupkan lagi oleh Omah Batik Ku di Desa Langgardalem RT 04, RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Penanggung Jawab Produksi Omah Batik-Ku, Muhammad Fadloli mengatakan, pihaknya ingin melestarikan tradisi batik. Sehingga mengeluarkan kembali sarung batik Kudus motif bunga seruni dengan warna soga (warna cokelat gelap).
"Batik Kudus warna soga punya warna yang spesifik dan khusus. Warnanya cokelat kehijauan dan cokelat kemerahan," katanya, Sabtu (12/6/2021).
Lebih lanjut, menurut Fadloli motif sarung batik itu dipesan para ulama. Di sarung batik Kudus motif bunga seruni itu Fadloli menampilkan motif bunga seruni.
"Kami tampilkan bunga seruni itu tumbuh di musim gugur. Yang artinya memiliki panjang umur, kesehatan, dan rezeki yang melimpah," terangnya.
Harga sarung batik itu dipatok Rp 1,4 juta. Ukurannya panjang 210 sentimeter dengan lebar 115 sentimeter. Untuk membuat sarung ini butuh waktu 1,5 bulan.
Sejauh ini pesanan sarung batik Kudus motif bunga seruni dipesan oleh masyarakat Kudus saja. Menurut Fadloli pemakai sarung batik merupakan golongan ulama dan pengusaha.
"Kalau isen-isen latarnya merupakan beras kecer. Filosofinya mencapai kemakmuran di bidang pangan," ujarnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha