Soal Pengangguran di Kudus, Disnaker: Banyak yang Pilih-Pilih Kerjaan
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 25 Juni 2021 14:26:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Angka pengangguran di Kabupaten Kudus masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya disebutkan karena banyak warga yang pilih-pilih pekerjaan.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kudus pada tahun 2020 sebesar 5,53 persen dari jumlah penduduk.
Jumlah itu lebih besar dari tahun 2019 yang sebesar 3,86 persen. Sedangkan pada 2018 silam TPT Kabupaten Kudus hanya 3,33 persen.
Bambang Santoso, Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus menyebut, salah satu faktor pengangguran yang terjadi di Kudus karena faktor pilih-pilih kerja.
Menurutnya angka pengangguran yang ada di Kota Kretek bukan karena SDM yang kalah bersaing dengan daerah lain.
"SDM Kudus itu bagus. Jadi faktornya bukan kalah bersaing dengan SDM daerah lain. Tetapi karena masih pada pilih-pilih pekerjaan. Utamanya yang fresh graduate," katanya, Jumat (25/6/2021).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga melihat lowongan kerja yang terdapat di Disnaker Perinkop dan UKM Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Angka pengangguran di Kabupaten Kudus masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya disebutkan karena banyak warga yang pilih-pilih pekerjaan.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kudus pada tahun 2020 sebesar 5,53 persen dari jumlah penduduk.
Jumlah itu lebih besar dari tahun 2019 yang sebesar 3,86 persen. Sedangkan pada 2018 silam TPT Kabupaten Kudus hanya 3,33 persen.
Bambang Santoso, Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus menyebut, salah satu faktor pengangguran yang terjadi di Kudus karena faktor pilih-pilih kerja.
Menurutnya angka pengangguran yang ada di Kota Kretek bukan karena SDM yang kalah bersaing dengan daerah lain.
"SDM Kudus itu bagus. Jadi faktornya bukan kalah bersaing dengan SDM daerah lain. Tetapi karena masih pada pilih-pilih pekerjaan. Utamanya yang fresh graduate," katanya, Jumat (25/6/2021).
Bambang menyarankan, sebagai pencari kerja hendaknya mencoba terlebih dahulu. Terlebih bagi yang baru lulus sekolah atau kuliah untuk berani mencoba.
"Kalau mau masuk dunia kerja harusnya try dulu. Jangan ikut-ikutan kerja sana saja ah enak. Kakau enggak di sana enggak mau. Jangan seperti itu. Yang penting try dulu. Coba dulu," ujarnya.
Menurut Bambang mencoba terlebih dahulu merupakan hal yang baik. Bambang berpendapat, ketika sudah dicoba dan dijalani akan membuat pencari kerja menjadi nyaman menjalani profesinya. Sehingga bisa mengurangi pengangguran.
"Kendala orang tidak bekerja itu sebenarnya dari dirinya sendiri. Kalau mau bekerja setidaknya dicoba dulu. Jangan milih-milih dulu," ungkapnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha