Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Tempat jualan sate di sentra kuliner sate kambing, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus disambangi petugas gabungan, Rabu (7/7/2021) siang.

Petugas gabungan itu terdiri dari Polsek Mejobo, Koramil Mejobo dan Pemerintah Kecamatan Mejobo. Mereka melakukan operasi di dua warung sate. Yakni di warung sate kambing Pak Di Brewok dan warung sate kambing Bagong.

Pengamatan MURIANEWS, di dua warung sate itu tak didapati pembeli yang makan di tempat.

Meski demikian, penjual diminta untuk menumpuk kursi agar tidak ada yang makan di tempat. Hal itu dilakukan mengingat saat ini Kabupaten Kudus tengah menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kami tetap izinkan berjualan tetapi kami mohon untuk kursi bisa dilipat. Untuk warga yang beli tetap boleh asalkan dibungkus. Untuk warung boleh buka sampai pukul 20.00 WIB," kata Camat Mejobo Mohammad Fitrianto, Rabu (7/7/2021).

Baca: Layani Makan di Tempat, Kursi Hingga Daging Sate Warung di Kudus Diangkut Petugas

Lebih lanjut, Fitrianto meminta kerja sama agar penjual maupun pembeli taat untuk tidak makan di tempat. Ditanya soal sanksi, pihaknya mengaku melakukan teguran lisan terlebih dahulu.
Lebih lanjut, Fitrianto meminta kerja sama agar penjual maupun pembeli taat untuk tidak makan di tempat. Ditanya soal sanksi, pihaknya mengaku melakukan teguran lisan terlebih dahulu."Kami lakukan teguran lisan dulu. Kalau nanti masih ada pelanggaran kami beri sanksi dengan menutup warung. Untuk saat ini pun kami tidak lakukan pengangkutan barang. Kami humanis agar masyarakat sadar untuk mendukung PPKM Darurat," imbuhnya.Sementara itu, salah seorang pedagang sate, Nur Suprihatin mengaku dagangannya sepi semenjak PPKM Darurat ini. Dalam sehari dia mengaku hanya mampu menghabiskan satu ekor kambing."Biasanya itu bisa dua ekor kambing. Tetapi kondisi seperti ini sepi. Sehari hanya bisa satu ekor kambing. Pembelinya juga tidak banyak," jelasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler