Nama Taman Bojana Kudus, Berawal dari Tempat Menanak Nasi
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 16 Juli 2021 14:46:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Warga Kudus dan sekitarnya pastinya mengenal Taman Bojana Kudus sebagai pusat kuliner. Namun, tak banyak yang mengetahui, kenapa pusat kuliner itu diberi nama Taman Bojana.
Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB), Sancaka Dwi Supani menjelaskan, pemberian nama Bojana itu. “Bojana ini berawal dari kata bejana yang berarti tempat menanak nasi. Jadi, Taman Bojana bisa dimaknai sebagai tamannya makanan-makanan,” ujar Sancaka.
Pemberian nama itu dilakukan saat peresmian Taman Bojana pada 1997 lalu. Di mana saat itu, bangunan bekas Bioskop Ramayana dialih fungsikan sebagai pusat kuliner untuk menampung pedagang kuliner di Pusat Kuliner Tosera. Peresmian dilakukan Bupati Kudus saat itu, Soedarsono.
Baca Juga: Kilas Balik Taman Bojana Kudus, Dari Gedung Nasional Hingga Bioskop
Di Taman Bojana, beragam kuliner khas Kabupaten Kudus disajikan. Mulai dari soto ayam, soto kerbau, pindang kerbau, hingga lontong tahu. Menurutnya, semenjak menjadi sentra kuliner, Taman Bojana ramai pembeli.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Taman Bojana Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Warga Kudus dan sekitarnya pastinya mengenal Taman Bojana Kudus sebagai pusat kuliner. Namun, tak banyak yang mengetahui, kenapa pusat kuliner itu diberi nama Taman Bojana.
Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB), Sancaka Dwi Supani menjelaskan, pemberian nama Bojana itu. “Bojana ini berawal dari kata bejana yang berarti tempat menanak nasi. Jadi, Taman Bojana bisa dimaknai sebagai tamannya makanan-makanan,” ujar Sancaka.
Pemberian nama itu dilakukan saat peresmian Taman Bojana pada 1997 lalu. Di mana saat itu, bangunan bekas Bioskop Ramayana dialih fungsikan sebagai pusat kuliner untuk menampung pedagang kuliner di Pusat Kuliner Tosera. Peresmian dilakukan Bupati Kudus saat itu, Soedarsono.
Baca Juga: