Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada Selasa (20/7/2021), para pedagang arang kebanjiran order. Penjualan arang itu ternyata tidak terdampak, meski masih pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM darurat.

Salah seorang penjual arang, Ngatini tampak sibuk melayani pembeli. Warung Ngatini berada di Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, tepat di seberang swalayan ADA Kudus.

Menurut dia, penjualan arangnya laku keras walaupun pandemi Covid-19. Dia mengaku kebanjiran orderan sejak sepekan lalu. Saat ini, dia mampu menjual 30 karung arang ukuran besar, dalam sehari. Jumlah tersebut dirasa hampir sama dengan penjualan sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Sudah mulai ramai sejak sepekan lalu. Hari ini juga masih ada yang beli," katanya, Senin (19/7/2021).

Ngatini menjual arang mulai dari Rp 1.500, Rp 3 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 25 ribu. Besaran harga bergantung dengan ukuran kantong plastik yang menjadi wadah arang. Adapun, untuk karung ukuran besar, Ngatini mematok harga hingga Rp 140 ribu.

“Selain jualan arang, saya juga jualan tusuk sate dan tempat bakaran sate. Harga tempat bakaran sate Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu,” ujarnya yang sudah berjualan lebih dari 30 tahun.

Tempat jualan Ngatini itu sudah menjadi langganan para pedagang sate di Kabupaten Kudus dan sekitar. Salah satunya, Sodikin, warga asal Nalumsari, Kabupaten Jepara.“Pilih beli di sini, karena sudah komplet, seperti tusuk sate, tempat bakaran, arang sampai kipas tersedia di sini,” ucapnya.Pembeli lainnya asal Desa Karangampel, Kudus, Rizky tampak membeli arang dan tusuk sate. Dia mengatakan sudah terbiasa beli di tempat Ngatini.“Buat nyate di rumah. Kalau butuh perlengkapan nyate memang biasa beli di sini. Sekalian karena di sini kan ada banyak perlengkapan buat nyate,” imbuhya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler