Pengendara di Kudus Nekat Terjang Drainase Berlubang demi Hindari Penyekatan
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 22 Juli 2021 14:00:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sejumlah pengendara di Kabupaten Kudus nekat melakuakn berbagai cara untuk melewati penyekatan jalan. Salah satunya penyekatan jalan menuju Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Pengamatan MURIANEWS penyekat di sebelah utara Masjid Agung Kudus seringkali masih digeser pengendara yang hendak menerobos.
Akan tetapi kendati bisa digeser dan dilewati, beberapa warga yang lewat harus berupaya keras. Sebab, mereka harus melewati drainase yang lebarnya sama dengan roda motor.
Padahal drainase itu juga berlubang, sehingga hal itu cukup membahayakan.
Salah seorang warga, Muhammad Sultan Maulana yang hendak lewat mengaku tersendat karena jalan disekat. Dia lewat dari arah barat menuju ke timur arah Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Ia pun akhirnya memilih jalan kaki.
"Saya mau kulakan masker. Tetapi tidak bisa lewat. Mau ambil dengan jalan kaki saja," katanya, Kamis (22/7/2021).
Warga lainnya, Tri Hartanto mengaku terganggu dengan adanya penyekatan. Menurutnya penyekatan tidak efektif.
Menurutnya, penyekatan akan lebih efektif jika dilakukan di perbatasan Kudus. Sedangkan di area pusat kota tidak perlu disekat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pengendara melintasi drainase berlubang di sebelah utara Masjid Agung Kudus, demi menghindari penyekatan. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sejumlah pengendara di Kabupaten Kudus nekat melakuakn berbagai cara untuk melewati penyekatan jalan. Salah satunya penyekatan jalan menuju Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Pengamatan MURIANEWS penyekat di sebelah utara Masjid Agung Kudus seringkali masih digeser pengendara yang hendak menerobos.
Akan tetapi kendati bisa digeser dan dilewati, beberapa warga yang lewat harus berupaya keras. Sebab, mereka harus melewati drainase yang lebarnya sama dengan roda motor.
Padahal drainase itu juga berlubang, sehingga hal itu cukup membahayakan.
Salah seorang warga, Muhammad Sultan Maulana yang hendak lewat mengaku tersendat karena jalan disekat. Dia lewat dari arah barat menuju ke timur arah Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Ia pun akhirnya memilih jalan kaki.
"Saya mau kulakan masker. Tetapi tidak bisa lewat. Mau ambil dengan jalan kaki saja," katanya, Kamis (22/7/2021).
Warga lainnya, Tri Hartanto mengaku terganggu dengan adanya penyekatan. Menurutnya penyekatan tidak efektif.
Menurutnya, penyekatan akan lebih efektif jika dilakukan di perbatasan Kudus. Sedangkan di area pusat kota tidak perlu disekat.
"Di dalam kota itu kan orang-orang sini saja lokal Kudus. Menurut saya seharusnya yang disekat yang di perbatasan," sambungnya.
Anggota Satlantas Polres Kudus, Briptu Fernanda yang tengah membenarkan water barrier berharap warga lebih taat dengan kebijakan pemerintah.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Putut Sri Kuncoro saat dihubungi meminta agar masyarakat bersabar. Sebab, pihaknya melakukan penyekatan sesuai dengan PPKM level 4 yang kini diterapkan di Kudus.
"Intinya PPKM ini sebagai upaya untuk masyarakat. Dan kami dengan sangat memohon agar masyarakat tidak melanggar," katanya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha