Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pengelola Pasar Baru  Kudus bersama Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Peduli Pasar dan Perdagangan (DPP LPPP) menggelar upacara memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021).

Dalam kesempatan itu LPPP menyebut pedagang pasar belum sepenuhnya merdeka. Alasannya,  menurut Ketua DPP LPPP, Bin Subiyanto, adanya pandemi dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dianggap menyengsarakan pedagang pasar.

"Kebijakan PPKM menyengsarakan pedagang. Bisa dikatakan sebanyak 90 persen penghasilan pedagang menurun," katanya.

Bin Subiyanto menyampaikan, pendapatan pedagang yang dulunya mencapai Rp 1 juta sehari, karena adanya Covid-19 dan kebijakan PPKM kali ini turun drastic jadi Rp 100 ribu sehari. Kondisi memprihatinkan menurutnya dialami pedagang yang penghasilannya dalam sehari Rp 200 ribu harus membawa pulang Rp 20 ribu.

"Sehingga pedagang tidak bisa apa-apa. Oleh karena itu peringatan HUT ke-76 RI sedianya bisa menjadi momentum bagi Pemkab Kudus untuk memberikan kelonggaran bagi pedagang di pasar. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.

Dia melanjutkan, suasana di pasar harus merdeka. Harus dibuka seluas-luasnya dengan mengedepankan prokes.

"Hari Kemerdekaan ini bisa menjadi momentum bagi pasar untuk merdeka. Merdekakan pasar dulu yang kebanyakan diisi pedagang kecil," ungkapnya.Sementara itu, salah seorang pedagang yang ikut serta upacara, Herlian Tri Wardani menyebut, penjualan daging sapi di kiosnya anjlok 50 persen semenjak adanya Covid-19. Dia berharap agar pandemi segera berakhir."Dulu sebelum pandemi, bisa menjual daging sapi sampai 25 kilogram. Tetapi sekarang hanya 10 sampai 15 kilogram saja," imbuhnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler