Jadi Saksi Agresi Militer Belanda, Kondisi Stasiun Wergu Kudus Tak Terawat
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 18 Agustus 2021 14:04:43
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Kondisi eks Stasiun Wergu, di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus kondisinya tak terawat. Padahal tempat ini menjadi saksi sejarah perjuangan pemuda di Kudus.
Kondisi yang memprihatinkan terlihat dari kondisi bangunan yang semakin rapuh. Dinding yang penuh coretan dan beberapa lumut yang menempel pada dinding.
Selain itu, kondisi ubin sudah pecah. Bahkan, saat ini bangunang eks Stasiun Wergu itu justru digunakan sebagai tempat parkir mobil. Hal itu terlihat dari beberapa mobil yang terparkir di area eks Stasiun Wergu tersebut.
Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kudus Sancaka Dwi Supani mengungkapkan kondisi bangunan yang tak terawat itu merupakan sebuah ironi.
Menurutnya, pada tahun 1880 lokasi ini menjadi saksi bersejarah perjuangan pemuda melawan Belanda dalam Agresi Militer Kedua. Pemuda memilih untuk menghadang Belanda di Stasiun Wergu karena lebih strategis.
"Kondisinya memang semakin memperihatinkan. Untuk itu saya ada saran agar eks stasiun ini digunakan untuk pusat kuliner jajanan tradisional. Kalau tempat ini dimanfaatkan, pasti kan akan dirawat, sehingga kondisinya tidak seperti ini," katanya, Rabu (18/8/2021).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kondisi eks bangunan Stasiun Wergu Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Kondisi eks Stasiun Wergu, di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus kondisinya tak terawat. Padahal tempat ini menjadi saksi sejarah perjuangan pemuda di Kudus.
Kondisi yang memprihatinkan terlihat dari kondisi bangunan yang semakin rapuh. Dinding yang penuh coretan dan beberapa lumut yang menempel pada dinding.
Selain itu, kondisi ubin sudah pecah. Bahkan, saat ini bangunang eks Stasiun Wergu itu justru digunakan sebagai tempat parkir mobil. Hal itu terlihat dari beberapa mobil yang terparkir di area eks Stasiun Wergu tersebut.
Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) Kudus Sancaka Dwi Supani mengungkapkan kondisi bangunan yang tak terawat itu merupakan sebuah ironi.
Menurutnya, pada tahun 1880 lokasi ini menjadi saksi bersejarah perjuangan pemuda melawan Belanda dalam Agresi Militer Kedua. Pemuda memilih untuk menghadang Belanda di Stasiun Wergu karena lebih strategis.
"Kondisinya memang semakin memperihatinkan. Untuk itu saya ada saran agar eks stasiun ini digunakan untuk pusat kuliner jajanan tradisional. Kalau tempat ini dimanfaatkan, pasti kan akan dirawat, sehingga kondisinya tidak seperti ini," katanya, Rabu (18/8/2021).
Sancaka mengaku prihatin jika kondisi bangunan eks stasiun terbelengkalai, karena memiliki cerita sejarah yang kuat.
"Sekadar untuk tahu, Tugu Juang 45 yang sekarang ada di Wergu Wetan itu awalnya kan letaknya di Tanggulangin. Kemudian dipindah di sini dekat dengan eks stasiun supaya terus dikenang bahwa dulu pejuang kita itu kalah saat menghadang di Tanggulangin. Kemudian mengubah strategi untuk menghadang Belanda di eks stasiun ini," tandasnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha