Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Pelatih Persiku Kudus Cucun Sulistyo mulai menyatukan visi para pemainnya yang direkrut. Sebab, para pemain yang direkrut memiliki latar belakang yang berbeda. Itu juga memengaruhi gaya bermain atau tipikal permainan, sehingga perlu diseragamkan sesuai visi Persiku.
Beberapa pemain yang lolos seleksi merupakan bakat-bakat muda dari klub lokal Kudus. Sebagian lainnya juga datang dari luar Kabupaten Kudus. Meski begitu, Cucun tidak mau merubah gaya bermain dari karakter masing-masing pemain.
"Tiap-tiap klub bola punya gaya main berbeda. Tetapi ketika sudah di Persiku, saya akan coba seragamkan dengan bermain secara tim. Bahwa sepak bola itu permainan sebelas orang. Bukan permainan individu atau segelintir pemain saja,” katanya, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya proses menyatukan visi misi bermain sebagai sebuah tim sudah menjadi tugasnya sebagai pelatih. Akan tetapi dia tidak bisa ditarget waktu kapan dapat kompak kembali.
“Kalau ditanya paling cepat kapan tidak bisa seperti itu. Tetapi akan terus kami biasakan bermain secara tim,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Para peserta mengikuti seleksi pemain Persiku. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pelatih Persiku Kudus Cucun Sulistyo mulai menyatukan visi para pemainnya yang direkrut. Sebab, para pemain yang direkrut memiliki latar belakang yang berbeda. Itu juga memengaruhi gaya bermain atau tipikal permainan, sehingga perlu diseragamkan sesuai visi Persiku.
Beberapa pemain yang lolos seleksi merupakan bakat-bakat muda dari klub lokal Kudus. Sebagian lainnya juga datang dari luar Kabupaten Kudus. Meski begitu, Cucun tidak mau merubah gaya bermain dari karakter masing-masing pemain.
"Tiap-tiap klub bola punya gaya main berbeda. Tetapi ketika sudah di Persiku, saya akan coba seragamkan dengan bermain secara tim. Bahwa sepak bola itu permainan sebelas orang. Bukan permainan individu atau segelintir pemain saja,” katanya, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya proses menyatukan visi misi bermain sebagai sebuah tim sudah menjadi tugasnya sebagai pelatih. Akan tetapi dia tidak bisa ditarget waktu kapan dapat kompak kembali.
“Kalau ditanya paling cepat kapan tidak bisa seperti itu. Tetapi akan terus kami biasakan bermain secara tim,” ujarnya.
Pembiasaan itu akan dilakukan lewat latihan dan penyampaian materi. Baik dari teknik, fisik, dan aspek lainnya. “Walaupun tidak ada kompetisi, pemain lokal di Kudus itu sebenarnya bagus. Karena tiap sore mereka latihan di klubnya masing-masing,” sambungnya.
Selain itu, Pelatih berlisensi B AFC itu mengatakan antusiasme pemain lokal untuk membela Persiku sangat tinggi. Hal ini dirasa bagus bagi Cucun karena benar-benar ada motivasi dalam diri pemain untuk membela klub kelahirannya.
“Harapannya pemain bisa menunjukkan performa terbaik. Dan semoga visi bermain bisa segera seragam,” harapnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi