Melintas Jembatan Sempit dari Bambu Ini Warga Kudus dan Demak Harus Bayar Rp 2 Ribu
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 24 Agustus 2021 14:29:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Deretan bambu tertata rapi membentuk jembatan di perbatasan antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan Desa Kedungwaru Lor, Kabupaten Demak. Jembatan dengan landasan dari barisan papan tersebut dikenal dengan nama Jembatan Sasak.
Lokasi jembatan ini bisa ditemui di sebelah selatan SDN 1 Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. Panjang jembatan sekitar 18 meter dengan lebar satu meter.
Jembatan yang ditopang dari kayu itu melintang berada di atas Sungai Wulan. Meski sempit dan terkesan rentan, namun tiap hari jembatan ini sangat ramai dilintasi warga di dua kabupaten tersebut.
Walaupun untuk melintasi jembatan ini tidaklah gratis. Pengendara sepeda motor harus merogoh kocek Rp 2 ribu untuk melintas.
Salah seorang warga asal Demak, Siti mengatakan meski harus membayar namun keberadaan jembatan sangat membantu dirinya untuk bekerja. Dia berasal dari Demak dan bekerja di salah satu pabrik rokok di Kudus.
[caption id="attachment_235585" align="alignleft" width="880"]
Pengendara membayar ke penjaga saat melintas di Jembatan Sasak yang menghubungkan Kudus-Demak. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]Pasalnya, jika harus melintas di jalan utama ia harus berputar dan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga melintasi jembatan sasak yang terdapat di perbatasan Desa Setrokalangan, Kudus dengan Kedungwaru Lor, Demak. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Deretan bambu tertata rapi membentuk jembatan di perbatasan antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan Desa Kedungwaru Lor, Kabupaten Demak. Jembatan dengan landasan dari barisan papan tersebut dikenal dengan nama Jembatan Sasak.
Lokasi jembatan ini bisa ditemui di sebelah selatan SDN 1 Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. Panjang jembatan sekitar 18 meter dengan lebar satu meter.
Jembatan yang ditopang dari kayu itu melintang berada di atas Sungai Wulan. Meski sempit dan terkesan rentan, namun tiap hari jembatan ini sangat ramai dilintasi warga di dua kabupaten tersebut.
Walaupun untuk melintasi jembatan ini tidaklah gratis. Pengendara sepeda motor harus merogoh kocek Rp 2 ribu untuk melintas.
Salah seorang warga asal Demak, Siti mengatakan meski harus membayar namun keberadaan jembatan sangat membantu dirinya untuk bekerja. Dia berasal dari Demak dan bekerja di salah satu pabrik rokok di Kudus.
[caption id="attachment_235585" align="alignleft" width="880"]