Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah mengimbau agar pasangan suami-istri menunda kehamilan selama pandemi Covid-19. Namun ternyata, di Kabupaten Kudus jumlah perempuan yang tengah hamil sangat banyak.

Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) jumlah ibu hamil di Kota Kretek ada sebanyak 16 ribu orang, dengan usia kehamilan beragam.

"Totalnya ada 16 ribu. Sebanyak 12 ribu di antaranya itu yang masa kehamilannya di bawah 13 minggu. Sedangkan yang 3.356 lainnya itu yang sudah masa kehamilan 13 minggu,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Kamis (2/9/2021).

Dari jumlah 16 ribu ibu hamil tersebut 3.356 di antaranya kini menjadi prioritas vaksinasi Covid-19. Karena usia kehamilannya sudah 13 pekan hingga mau melahirkan.

”Tetapi baru seribuan ibu hamil yang susah divaksin dosis pertama," ujarnya.

Baca: Ibu Hamil Sudah Boleh Divaksin, Cek Syaratnya

Sebanyak seribu yang sudah divaksin dosis pertama dengan jenis vaksin Sinovac itu, hingga saat ini masih menunggu ketersediaan dosis kedua. Menurut Badai pihaknya masih menunggu kiriman dari pusat."Kalau untuk kapan dosis keduanya itu kami belum tahu. Karena kami juga masih menunggu kiriman lagi dari pusat," ujarnya.Tak berhenti di situ, Badai juga yakin sebanyak 16 ribu ibu hamil di Kudus akan tervaksin menyeluruh. Sebab, menurutnya vaksinasi bagi ibu hamil dirasa penting."Kalau mau menunggu pandemi Covid-19 mereda sampai benar-benar zero kasus itu sulit. Untuk itulah vaksinasi bagi ibu hamil ini mulai digencarkan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler